Daerah  

Dampingi Khofifah di Trenggalek dan Sempat Pose 2 Jari, Mas Ipin Tegak Lurus Dukung Risma-Gus Hans

Trenggalek – Calon Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin), menjadi perbincangan publik usai mendampingi Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam kunjungan ke Trenggalek.

Pria yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan diisukan netizen mendukung Khofifah di gelaran Pilgub Jatim mendatang.

Bahkan di Instagram pribadi Khofifah @khofifah.ip, ia tampak berpose 2 jari, yang dianggap netizen sebagai tanda mendukung paslon Pilgub Jatim nomor urut 2, Khofifah-Emil.

Kendati demikian, Mas Ipin menegaskan tetap tegak lurus memenangkan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Tri Rismaharini dan Zahrul Azhar Asumta (Risma-Gus Hans).

Sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek, Mas Ipin akan berada di garis depan dalam perjuangan memenangkan Risma-Gus Hans.

“Sesuai dengan hasil konsolidasi dan rapat tim internal, kita optimis Bu Risma dan Gus Hans mampu menang dengan prosentase 57%-62%. Dan saya akan menjadi bagian terdepan bersama seluruh masyarakat, kader dan simpatisan dalam mewujudkannya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (1/11/2024].

Spekulasi juga menerjang Mas Ipin karena mengenakan busana Muslimat bersama Khofifah saat acara itu. Namun, dirinya menjelaskan bahwa kedatangannya adalah bagian dari etika dan penghormatan dalam politik lokal.

“Konteks Pilkada kali ini sangat kompleks. Partai pengusung Pilgub dan Pilbup tidak linier. Saya yang calon tunggal didukung semua partai yang tentunya beririsan dengan semua pasang calon Gubernur dan Wakil Gubernur. Maka saya hadir sebagai bentuk penghormatan kerjasama politik yang dibangun di level kabupaten,” terangnya.

Mas Ipin juga menambahkan bahwa busana muslimat yang dikenakannya adalah bentuk penghormatan kepada para ibu-ibu jamaah muslimat yang mengundangnya untuk memperingati Hari Santri.

Kata Mas Ipin, hal seperti itu sudah menjadi tradisi di Kabupaten Trenggalek.

Lebih lanjut, Mas Ipin menjelaskan bahwa kehadiran dan keterbukaannya dalam berbagai acara ini merupakan langkah strategis untuk mempererat komunikasi lintas kelompok.

“Sudah menjadi kebiasaan kami jika diundang komunitas tertentu, bentuk penghormatannya dengan memakai atribut komunitas tersebut. Sekali lagi bentuk penghormatan kami,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *