BEM Unesa Dorong Mahasiswa Berdikari dengan Berwirausaha

Surabaya – Untuk menyiapkan generasi muda yang adaptif dan siap menghadapi tantangan di era Society 5.0, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyelenggarakan Seminar Nasional Entrepreneurship dengan tema “How to Become a Young Entrepreneur in the Era Society 5.0.” di Auditorium Rektorat Unesa, Sabtu (9/11/2024).

https://www.instagram.com/kayoone.bumi/
https://www.instagram.com/kayoone.bumi/

Seminat ini menarik puluhan peserta dari berbagai instansi tidak terbatas pada mahasiswa Unesa saja, yang datang untuk memperdalam wawasan dan keterampilan dalam berwirausaha.

Dua narasumber inspiratif dihadirkan untuk memberikan perspektif berbeda namun saling melengkapi, yakni Prof Tommy dari kalangan akademisi, dan Selma, entrepreneur muda yang telah terjun langsung di dunia bisnis.

Dalam sambutan pembukanya, Wakil Presiden BEM Unesa 2024, Wika Sufyan Hidayat menjelaskan ketertarikan generasi muda pada dunia kewirausahaan semakin terlihat, khususnya dengan banyaknya konten kewirausahaan yang beredar di media sosial.

“Tujuan utama seminar ini adalah memberikan gambaran awal dan motivasi untuk Gen Z, agar memiliki pemahaman mendalam tentang dunia entrepreneur dari sisi teori maupun praktik langsung,” ujar Sufyan.

Ia menambahkan, pemilihan dua pembicara dengan latar belakang yang berbeda diharapkan mampu menyajikan pandangan yang lengkap, mencakup perspektif akademik serta pengalaman langsung sebagai pelaku bisnis.

Sufyan juga mengungkapkan harapan agar seminar ini tidak hanya menjadi ajang belajar, tetapi menjadi pendorong semangat kemandirian ekonomi dalam diri peserta. Tindak lanjut dari seminar ini, kata Sufyan, akan dibahas bersama Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Student Entrepreneurship Laboratory (SEL) Unesa, agar program pengembangan kewirausahaan di kampus bisa semakin masif dan berkesinambungan.

“Kami berharap seminar ini dapat menjadi motivasi bagi Gen Z untuk menjadi generasi yang berdikari secara pemikiran dan karakter, khususnya dalam bidang ekonomi,” tambahnya.

Sebagai pembicara pertama, Prof Tommy mengajak para peserta untuk memahami pentingnya beradaptasi di era Society 5.0, di mana teknologi bukan lagi sekadar alat bantu, tetapi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari berbagai aspek kehidupan, termasuk bisnis.

“Masyarakat harus memanfaatkan semua perkembangan teknologi yang ada sebagai modal untuk memulai atau mengembangkan usaha mereka,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa era ini menawarkan peluang besar melalui teknologi digital yang mampu menghubungkan pelaku bisnis dengan konsumen di berbagai tempat dengan mudah.

Namun, kata Prof Tommy, tantangan yang muncul menuntut para entrepreneur untuk terus berkembang dan belajar. Ia menekankan pentingnya sikap konsisten, terutama bagi wirausahawan muda yang baru memulai.

“Jangan mudah berpindah-pindah bidang sebelum menguasai bidang yang utama. Selalu pantang menyerah dan jangan takut gagal dalam berproses,” tuturnya.

Sikap pantang menyerah inilah yang menurutnya harus menjadi fondasi mental setiap entrepreneur.

Sementara itu, pembicara kedua, Kak Selma, lebih menekankan aspek karakter dan mentalitas yang harus dimiliki oleh seorang entrepreneur muda. Sebagai seseorang yang telah terjun langsung ke dunia bisnis, Kak Selma memahami berbagai tantangan yang dihadapi oleh wirausahawan muda. Menurutnya, selain keahlian, keberhasilan dalam dunia bisnis juga sangat ditentukan oleh karakter positif.

“Seorang entrepreneur wajib memiliki bekal-bekal yang harus dia bawa agar bisa meraih kesuksesannya, antara lain memiliki jiwa positif, ringan tangan, kreatif dan inovatif, bertanggung jawab, serta berani mengambil aksi,” ujarnya.

Kak Selma juga menambahkan bahwa dukungan dari orang-orang terdekat, terutama keluarga, memiliki pengaruh besar dalam membentuk mental dan motivasi seorang entrepreneur.

“Doa dan dukungan dari orang-orang terdekat seperti orang tua adalah hal yang tidak kalah penting,” tegasnya.

Kedua pembicara juga menyoroti perkembangan tren pekerjaan di era Society 5.0 yang dipengaruhi oleh kemajuan teknologi dan digitalisasi. Dengan semakin berkembangnya platform digital, muncul banyak model pekerjaan baru seperti content creator, influencer, hingga pengusaha online.

Hal ini, menurut para pembicara, menjadi peluang besar bagi anak muda untuk terjun ke dunia bisnis dengan cara-cara yang kreatif dan inovatif, sesuai dengan keunikan generasi mereka.

Acara ini menjadi salah satu langkah konkret BEM Unesa dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa di bidang kewirausahaan, khususnya di tengah perubahan besar yang dihadirkan oleh era Society 5.0. Melalui seminar ini, diharapkan para peserta tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga termotivasi untuk berani memulai langkah pertama sebagai entrepreneur muda yang berdaya saing tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *