Bekasi – Bawaslu Bekasi mengajak pemuda Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada 27 November mendatang. Hal itu sebagai langkah untuk menjauhkan anak muda dari apatisme politik.
“Remaja dan Pemuda Naposo Bulung HKBP Distrik 19 Bekasi adalah sebagai bagian warga Bekasi dan secara umumnya sebagai masyarakat Jawa Barat harus memiliki pandangan politik dengan menggunakan hak suaranya di Pilkada 27 November besok,” ujar Komisioner Bawaslu Kabupaten Bekasi Shahril Hasibuan, dalam sosialisasi pemilih pemula kepada pemuda HKBP Distrik XIX Bekasi, Jumat (22/11/2024).
Shahril menyayangkan bila anak muda memilih untuk golput. Terlebih untuk yang akan pertama kali menggunakan hak pilihnya.
Menurut Shahril, golput adalah sikap apatis dalam politik. Padahal, di sisi lain, anak muda harus ikut berpartisipasi dalam membangun demokrasi.
“Sikap apatis dan skeptis dalam perhelatan pemilihan kepala daerah itu kontraproduktif dengan tujuan pembangunan demokrasi bangsa. Padahal partisipasi anak muda sangat dinanti,” terangnya.
Terkhusus untuk Bekasi, alumni Universitas Gadjah Mada ini mengingatkan pemuda HKBP untuk berperan aktif dalam Pilkada. Bahkan tak menutup kemungkinan menjadi penentu.
“Remaja dan Pemuda Naposo Bulung HKBP harus memiliki pandangan poitik yang secara sadar adalah sebagai penentu bagi Bekasi untuk berperan aktif dan berpartisipasi dalam melaksanakan hak pilihnya dan memiliki 3 bentuk disiplin dalam melakukan interaksi berorganisasi yaitu disiplin berpikir, disiplin berkata dan disiplin bertindak, sehingga dengan disiplin makan turut menjaga nilai kearifan lokal dalam berdemokrasi,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Komisioner KPU Kabupaten Bekasi M Iqbal, mengajak pemuda HKBP untuk memberikan pengaruh positif di lingkungan sekitar dalam penyelenggaraan pesta demokrasi.
“Mengajak berpartisipasi dalam Pilkada mendatang adalah bentuk kontribusi pembangunan Bekasi,” katanya.












