Daerah  

Dihadiri Gus Kautsar Ploso, Acara Kirim Doa Almarhum K.H. Ahmad Nur Pendiri PP Al Mamba’un Nur Berjalan Khidmat

Gus Kautsar Ploso Kediri saat menghadiri acara kirim doa Almarhum KH Ahmad Muhammad Nur di Bululawang Malang.
Gus Kautsar Ploso Kediri saat menghadiri acara kirim doa Almarhum KH Ahmad Muhammad Nur di Bululawang Malang.

Monwnews.com, Malang – Suasana khusyuk dan penuh haru menyelimuti Pondok Pesantren (PP) Al Mamba’un Nur, Krebet, Bululawang, Kabupaten Malang pada Sabtu (23/05/2026) malam. Ratusan pelayat berkumpul untuk melantunkan tahlil dan Yasin, mengirimkan doa terbaik bagi sang pendiri sekaligus pengasuh pesantren, Almarhum K.H. Ahmad Muhammad Nur.

​Acara yang menandai hari kedua wafatnya ulama kharismatik tersebut terasa kian istimewa sekaligus menyentuh dengan kehadiran tokoh ulama muda ternama asal Ploso, Kediri, K.H. Abdurrahman Al-Kautsar (yang akrab disapa Gus Kautsar).

​Membawa serta keluarganya, kehadiran guru dari Gus Iqdam Blitar ini murni untuk memberikan penghormatan terakhir. Tidak ada panggung ceramah ataupun untaian tausyiah panjang yang disampaikan oleh Gus Kautsar malam itu.

​Beliau hadir dalam keheningan rasa duka yang mendalam, berbaur bersama jamaah untuk mengikuti seluruh rangkaian doa dengan penuh khidmat. Kehadirannya menjadi simbol rasa hormat dan belasungkawa yang tinggi terhadap kiprah almarhum sebagai salah satu pilar ulama di Kabupaten Malang.

Sebaran Informasi Berpulangnya pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren (PP) Al Mamba’un Nur, Krebet, Bululawang. Almarhum K.H. Ahmad Muhammad Nur.

​Sekitar 400 orang memadati area pondok pesantren. Mereka terdiri dari: Santri dan Santriwati yang kehilangan figur ayah sekaligus guru spiritual. Para Tokoh Agama dan Ulama Setempat yang datang memberikan penghormatan bagi sejawat mereka. Juga Warga dan Tetangga Sekitar Pondok yang selama ini merasakan kesejukan dakwah almarhum.

​K.H. Ahmad Muhammad Nur dikabarkan berpulang ke Rahmatullah pada Jumat, 22 Mei 2026, dalam usia sekitar 80 tahun. Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, sosok yang dikenal gigih menyiarkan ilmu agama ini sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama kurang lebih dua bulan. (galih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *