monwnews.com – Malang,- Terulang kembali pada reses tahun 2026 ini.Anggota DPRD Kota Malang periode 2024-2029, Ahmad Zakaria asal Fraksi PDI Perjuangan Daerah Pilihan 5 Kecamatan Sukun ,menyampaikan lagi kepada warga masyarakat di dapilnya.

Sesuai dengan tugas dan fungsi dewan,Ahmad Zakaria sebagai anggota di Komisi B,dia paparkan materi terkait keberadaa BUMD Kota Malang,yakni PDAM yang berubah nama menjadi Perumda Air Minum Tugu Tirta,lalu Perumda Tunas (perdagangan/RPH), dan PT BPR Tugu Artha Sejahtera (jasa keuangan).
“Ketiga BUMD ini berperan melayani warga, mengembangkan usaha, serta berkontribusi pada pendapatan daerah,” terang pria yang akrab dipanggil Zaka.
“Bapak Ibu undangan yang hadir pada reses saya,kembali harus saya ulang lagi terkait BUMD. Perumda Air Minum Tugu Tirta (PDAM) itu Fokus memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Kota Malang dan pengelolaan limbah,kami sampaikan kepada lembaga terkait agar jangan mahal-mahal warga membayar retribusinya.
Perumda Tunas (dulu RPH) yang fokus menyediakan daging, jasa pemotongan hewan, serta komoditas pokok seperti beras dan cabai dengan harga bersaing dipasaran melalui usaha toko TunasMart.
PT BPR Tugu Artha Sejahtera (Perseroda) adalah Lembaga keuangan penyedia tabungan, kredit, dan program “Ojir” (Ojo Percoyo Karo Rentenir),”jelas Zaka pada 200 orang yang hadir,Selasa malam (10/02/2026).
Namun pada sesi tanya jawab,dari sekian yang hadir dilokasipun,masih juga belum cukup familiar ditelinganya, terkait keberadaan Perumda Tunas maupun Perseroda Tugu Artha (bank non konvesional) tersebut,kecuali PDAM.
Hingga butuh cukup waktu bagi Ahmad Zakaria untuk kembali menerangkannya.
Selain perihal BUMD yang dipaparkan,Zakaria juga mendengarkan keluhan salah satu warga Rt setempat,yakni tentang bedah rumah yang ternyata sudah setahun proposalnya disampaikan ke Pemkot,namun belum juga ada tindak lanjut.
Selain itu dirinya juga harus mendengar ulang keluhan setiap tahun,terkait sistim penerimaan murid baru (SPMB) yang disuarakan warga di dapilnya malam itu.
Kepada awak media peliput,Ahmad Zakaria mengatakan ” Untuk BUMD,yakni keberadaan baik Perumda Tunas maupun Perseroda Tugu Artha harus lebih terpenetrasikan hingga ke wilayah kelurahan hingga ke RW/RT ,agar warga masyarakat tau,mengenal dan paham keberadaannya.Sehingga menjadi potensi besar sebagai penambah PAD,” terang Zaka.
“Maka karyawan maupun direksinya yah harus optimalisasi kinerjanya.Ini yang nanti kami lakukan bersama teman-teman di Komisi B untuk lakukan pengawasan,” tandasnya.

“Termasuk soal pendidikan,sistim penerimaan murid baru,yang itu menjadi keluhan tiap tahun.Nanti juga pihak dinas terkait perlu mengevaluasinya.Kami dorong sebagai anggota dewan bersama teman-teman di Komisi D,agar warga tidak kesulitan dan tidak bingung disaat waktu pendaftaran.Karena pendidikan itu kebutuhan utama mencerdaskan generasi bangsa,” tambahnya.
Terkait soal permohonan bedah rumah yang dikeluhkan warga didapilnya.Ahmad Zakaria akan berkoordinasi dengan pihak Komisi C serta eksekutif.
Kegiatan reses yang berlokasi di Jalan Rawisari – Supit Urang,Kelurahan Mulyorejo,Kecamatan Sukun malam itu,disampaikan oleh Zakaria,seluruh catatan serapan aspirasi warga akan dilanjutkan kepada anggota dewan dari komisi- komisi terkait ,serta kepada Ketua DPRD Kota Malang.
(galih)












