Daerah  

Agenda ke IV ,Reses Sri Untari di Kecamatan Sumawe Serta Turen ,Serap Aspirasi Komunitas Tani dan Para Kepala Desa.

monwnews.com – Malang,- Bersama masyarakat Kecamatan Sumber Manjing Wetan di Kabupaten Malang,Reses Sri Untari berlangsung bersama Komunitas Tani, Sabtu pagi 14 Pebruari 2026.

https://www.instagram.com/p/DS1J4jRErJk/?img_index=1
https://www.instagram.com/p/DS1J4jRErJk/?img_index=1

Banyak hal yang disampaikan Komunitas Tani pada anggota DPRD Provinsi Jatim,Dr Sri Untari,M.AP.
Selain persoalan pertanian,juga beberapa hal lainnya.

Semua yang disampaikan kepada Sri Untari dalam giat resesnya,menjadi kajian diskusi untuk dibicarakan tingkat lanjut di DPRD Provinsi Jawa Timur.

Reses di Desa Ringisari Sumber Manjing Wetan – Sumawe,Sri Untari bertemu dengan para petani kopi,jahe,vanili serta ibu – ibu PKK dan ibu-ibu Muslimat,para kader kesehatan,para ketua MBG,dan warga masyarakat lainnya.

Aspirasi publik terkait penon aktifan PBI (Penerima Bantuan Iuran) program jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin dan tidak mampu juga di dengarkan oleh Sri Untari.

“Informasi terkait PBI yang dari pemerintah,mereka minta untuk diaktifkan kembali.Hal itu memang sangat dibutuhkan menyangkut kesehatan masyarakat,karena ada yang mau cuci darah,dan sempat ditolak rumah sakit,sebab PBI nya non aktif,” ujar Sri Untari pada awak media ini,Senin (16/02/2026).

Diceritkan Sri Untari,termasuk ODGJ gangguan kejiwaan yang dialami warga setempat,dan sudah dibawah ke rumkit jiwa Lawang,tapi mendapat penolakan,disebabkan saat di cek PBI nya sudah non aktif.

“Maka ini sebuah aspirasi yang saya serap dan akan kita koordinasikan dengan pihak BPJS Kanwil Jatim,Dinkes dan Dinsos untuk mengaktifkan kembali terkait PBI tersebut,” terang Untari.

Selanjutnya disampaikan oleh Untari,para petani setempat juga berharap padanya,untuk adanya penyediaan mesin pembuat pupuk organik.

“Dengan ketersediaan mesin pupuk organik,agar mereka tidak terlalu mahal untuk membeli pupuk yang non subsidi.Sebab mereka sudah punya bahan-bahannya,seperti kotoran-kotoran hewan,yang mereka butuhkan adalah mesin pengolahan untuk pupuk organik,” jelas Srikandi Perjuangan itu.

Bertemu dengan Komunitas Tani,Sri Untari juga mendapati adanya petani Vanili dan Jagung Hitam yang merupakan komoditas bernilai eksport.

Diuraikan oleh Untari,jika Vanili (Vanilla planifolia) adalah Komoditas Perkebunan & Rempah, Vanili dikategorikan sebagai tanaman perkebunan yang menghasilkan rempah bernilai tinggi ,jenis tanaman yang ijuluki “emas hijau” atau “emas hitam” karena harganya yang mahal dan nilai ekonominya yang sangat tinggi, menjadikannya salah satu komoditas ekspor andalan Indonesia. Sebab memiliki kegunaan.Utamanya digunakan dalam industri kuliner (penyedap rasa/aroma), farmasi, dan kosmetik.

Jagung Hitam (Black Corn) merupakan komoditas Tanaman Pangan dan Jagung hitam termasuk dikenal sebagai komoditas “buah eksotis” atau pangan fungsional yang kaya antioksidan (antosianin) dan bernutrisi tinggi,yang memiliki kegunaan sebagai bahan makanan pokok alternatif, pakan, dan bahan baku industri pangan (seperti tepung hitam, roti, tortilla).

Termasuk petani Talas Jepang atau tanaman Satoimo (Colocasia esculenta var antiquorum) yang merupakan komoditas umbi-umbian unggulan dengan prospek ekspor tinggi, dan dikenal kaya kolagen untuk kesehatan kulit, tinggi kalsium, dan rendah karbohidrat sehingga cocok untuk diet.

“Yang saya paparkan tersebut merupakan tanaman budi daya eksport.Pak Toha petani vanili dan jagung hitam juga kemaren sudah saya tinjau langsung lahannya dilokasi tempat saya reses,” tutur Untari.

Pada resesnya di Kecamatan Sumawe,Sri Untari banyak menemukan aspirasi dengan berbagai varian,yang menurutnya di wilayah tersebut ,merupakan daerah yang memiliki kesuburan tanah cukup bagus.Sesuai alamnya penghasi tanaman kopi,kelapa,tebu maupun pisang.

Dilokasi,Sri Untari juga menyerap aspirasi terkait sekolah,karena disana infonya juga ada anak-anak yang tidak sekolah.Dan respon cepat Sri Untari untuk mencarikan solusinya,agar mereka mendapatkan hak pendidikan.

Sementara untuk resesnya di Kecamatan Turen,dihari yang sama,Sri Untari bertemu dengan para Kepala Desa di Ocean Garden Turen.

Pertemuan dengan para Kades di wilayah Malang Selatan selama -+ 3 jam tersebut,mendengarkan soal KDKMP (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih).

“Pertemuan dengan para Kepala Desa wilayah Malang Selatan kemaren,mendengarkan aspirasinya,terkait pengelolaan Koperasi Merah Putih yang merupakan Program Pemerintahan Prabowo Subiyanto,” ungkap Untari.

“Saya sampaikan dilokasi pertemuan,terkait KMP akan kita koordinasikan dengan Kementrian dan Kabupaten/Kota setempat,karena seluruh petunjuk tehnisnya berada di Kementrian Koperasi,” jelas politisi asal Fraksi PDI Perjuangan.

Ia menambahkan,selain soal KMP,dirinya juga menyerap aspirasi terkait banyaknya dana desa yang terpotong.

“Adanya pemotongan dana desa yang dirasakan cukup menghambat pembangunan desa,juga disuarakan ke saya sebagai anggota legeslatif provinsi oleh para Kades,” ungkap Untari.

“Para kader-kader kesehatan wilayah Kecamatan Turen juga menyampaikan aspirasinya,mereka bertanya terkait Penerima Bantuan Iuran) bisa diaktifkan kembali,karena kasihan bagi mereka yang memiliki kartunya,tapi tidak aktif.Sedangkan mereka mengalami sakit yang degenerativ,” terang Untari.

Dari hasil reses di dua lokasi di hari yang sama tersebut.Sri Untari menyerap aspirasi yang akan dikawal dan diperjuangkannya melalui kelembagaan legeslatif.
(galih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *