MonwNews.com, Surabaya – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) FISIP Unair mengecam pernyataan Eksekutif Mahasiswa (EM) UB soal 1 Juni Bukan Hari Lahir Pancasila. Pernyataan tersebut dinilai ahistoris.
“Pernyataan Pancasila tidak lahir pada 1 Juni oleh EM UB merupakan narasi ahistoris . Karena jelas bahwa 1 Juni adalah momen bersejarah dimana Pancasila bukan hanya disosialisakan tapi di bumikan melalui pidato Sidang BPUPKI oleh Sukarno,” tegas Ketua GMNI FISIP Unair Ehren Dean Mahanaim di Surabaya, Rabu (7/6/2023).
Selain ahistoris, kata Ehren, pernyataan tersebut hanyalah upaya sensasional belaka. Terlebih tak ada penjelasan mendetail soal pernyataan tersebut.
Karena demikian, menurut Ehren, mahasiswa seharusnya menciptakan iklim kritis. Bukan hanya asal melemparkan kritik tanpa dasar.
“Kita jangan hanya melemparkan narasi untuk membuat kritik tanpa dasar. Tapi baiknya lemparkan narasi yang konstruktif dan berdasar agar menciptakan iklim kritis yang dewasa dan ilmiah,” terangnya.
Ehren mengatakan, pihaknya mendorong EM UB untuk melakukan kajian dan studi pustaka lebih mendalam. Agar di kemudian hari tidak ada pernyataan sensasional yang tidak berdasar.
“Kami siap urun rembug untuk mengkaji untuk memastikan bahwa 1 Juni adalah Hari Lahir Pancasila,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, EM UB Malang tidak menganggap 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila.
Dalam poster yang tertera di akun instagram @em_ubofficial menegaskan penolakan bahwa 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila. EM UB menganggap 1 Juni sebagai lahirnya istilah pancasila.
“Pancasila tidak pernah lahir pada 1 Juni. Tetapi 1 Juni adalah lahirnya istilah Pancasila,” tulis EM UB dalam akun instagram, Kamis (1/6).












