Monwnews.com, Badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan peringatan serius terkait situasi di Timur Tengah yang memburuk dengan cepat.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan terjadinya perluasan wilayah pengungsian, lonjakan korban sipil, serta hambatan logistik yang melumpuhkan operasional bantuan darurat.
Di Lebanon, OCHA mencatat lebih dari 1,1 juta orang telah meninggalkan tempat tinggal mereka seiring meluasnya perintah pengungsian dari otoritas militer ke wilayah-wilayah baru.
Dilansir dari siaran MetroTV pada Minggu (5/4/2026) dini hari, Hingga awal April 2026, hampir 15 persen wilayah Lebanon telah terdampak oleh perintah tersebut.
Kondisi sektor kesehatan di Lebanon juga dilaporkan berada di ambang kolaps. Dana Kependudukan PBB (UNFPA) menyatakan separuh dari fasilitas kesehatan di wilayah konflik terpaksa ditutup.
Sebagai langkah darurat, UNFPA telah mengerahkan sembilan unit kesehatan keliling untuk menyediakan layanan bagi ibu hamil dan korban kekerasan seksual di tempat penampungan massal.












