Monwnews.com, Ketua Umum DPP Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Muhammad Risyad Fahlefi menyoroti persoalan krusial yang dihadapi pemuda dan masyarakat adalah akses terhadap pekerjaan dan tingginya kasus job mismatch.
Pada broadcast Gersospol, mengamati masalah Job Mismatch, Risyad memberi pertanyaan, “Apakah pasar kerjanya yang tidak ada, ataukah justru kurikulum pendidikannya yang ketinggalan?”
Masalah ini terjadi ketika lulusan teknik misalnya, tidak bekerja di sektor yang linear dengan keahliannya.
Hal ini memerlukan perhatian khusus agar pendidikan yang ditempuh berkolerasi dengan kebutuhan pasar kerja
Selain itu, Risyad juga menyoroti dimana kaum muda yang ingin berwiraswasta mengalami kebingunan terkait dengan modal usaha.
“Mereka mau berdikari, memulai usaha bekum tahu dari mana, karena tidak ada pelatihan, tidak ada ruang”, ujarnya












