Monwnews.com, Bondowoso – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Sonny T Danaparamita mendistribusikan hewan qurban di Dapil Jatim III yang meliputi, Kabupaten Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi. Penyerahan hewan qurban baik sapi maupun kambing yang diberikan Sonny, diterima langsung oleh pengurus DPC PDI Perjuangan serta para relawannya yang ada di Kabupaten Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi.
Penyaluran hewan qurban sendiri mulai dilakukan pada, Sabtu (15/06/2024). Nantinya hewan-hewan qurban tersebut akan dipotong saat Idul Adha dan dagingnya akan dibagi-bagikan kepada pengurus partai, pondok pesantren, hingga masyarakat umum yang ada di Kabupaten Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Bondowoso, Sinung Sudrajat dalam keterangannya, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada anggota DPR RI Sonny T Danaparamita atas pendistribusian hewan qurban untuk struktural partai dan masyarakat Bondowoso. Terlebih pembagian hewan qurban rutin dilakukan Sonny sebagai bentuk ketaatan dalam melaksanakan syariat, serta kepedulian terhadap masyarakat di Bondowoso yang menjadi salah satu wilayah Dapilnya.
“Alhamdulillah kami sangat mengapresiasi sekaligus berterimakasih atas pemberian hewan qurban yang dilakukan bapak Sonny, hal ini tentu tidak hanya melaksanakan kewajiban syariat namun juga untuk merawat silaturahmi dengan jajaran pengurus partai, termasuk dengan tokoh masyarakat serta tokoh agama di Bondowoso. Memang beliau (Sonny) orangnya rajin turun ke bawah, untuk silaturahmi dan menjemput aspirasi rakyat,” ungkapnya.
Selain itu menurut Sinung, pada momentum Idul Adha yang juga bertepatan dengan Bulan Bung Karno ini, penyaluran hewan qurban ini juga bisa dimaknai sebagai bentuk pengamalan ajaran Bung karno, yaitu gotong-royong yang telah menjadi cerminan dari kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.
“Kita tahu bahwa Idul Adha, tahun ini bertepatan dengan Bulan Bung Karno, sehingga dapat kita maknai pula pembagian hewan qurban ini adalah salah satu bentuk pengamalan nilai-nilai gotong royong, mempererat silahturahmi dan membantu sesama,” terangnya.
Apresiasi serupa juga disampaikan Andi Handoko Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Situbondo, Andi menyampaikan rasa berterima kasih atas kepedulian Sonny T Danaparamita yang selalu konsisten rutin menyumbangkan hewan qurban pada saat Idul adha, baik untuk pengurus partai maupun masyarakat di kabupaten Situbondo.
“Saya mewakili seluruh jajaran pengurus PDI Perjuangan Situbondo mengucapkan terimakasih kepada bapak Sonny, yang sudah peduli pada kami dan masyarakat Situbondo khususnya, semoga ini bisa dijadikan teladan untuk kita semua dalam melaksanakan syariat serta mempererat tali silaturahmi,” ucapnya.
Sementara itu saat dikonfirmasi, Sonny T Danaparamita mengungkapkan bahwa pembagian hewan qurban yang dilakukannya ini sebagai bentuk ibadah dalam menjalankan syariat sekaligus menjaga silaturahmi dan berbagi kebahagiaan kepada seluruh pengurus partai serta Masyarakat di Dapilnya (Kabupaten Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi).
“Alhamdulillah tahun ini saya masih diberi kesempatan untuk membagikan hewan qurban kepada kawan-kawan pengurus partai dan masyarakat khususnya di Kabupaten Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi, Memang setiap tahun sebisa mungkin saya dapat berbagi hewan qurban ini kepada masyarakat dan itu saya niati semata mata untuk Ibadah kepada Allah SWT dan berbagi kebahagiaan serta menjaga silahturahmi pada sesama,” ungkapnya.
Tidak hanya itu Sonny juga menyebut Idul Adha di tahun 2024 ini terasa lebih spesial karena juga berbarengan dengan bulan Bung Karno yang mana dalam pembagian hewan qurban yang dilakukannya Sonny juga menitipkan pesan Bung Karno untuk selalu senantiasa menjaga persatuan, mempererat gotong royong, serta saling bahu membahu membantu sesama.
“Saya juga menganggap Idul Adha di tahun 2024 sedikit lebih spesial dibanding tahun-tahun sebelumnya sebab berbarengan dengan Bulan Bung Karno, dan melalui pembagian hewan qurban ini saya menitipkan pesan bahwa sebagai satu bangsa kita harus senantiasa mengedepankan prinsip-prinsip persatuan, gotong-royong dan bahu membahu membantu sesama, seperti yang di ucapkan Bung Karno pada Pidatonya saat terjadi peristiwa yang hampir saja merenggut nyawa beliau tepatnya pada 14 Mei 1962 disaat beliu selesai melaksanakan sholat Idul Adha,” pungkasnya. (ded)












