Jakarta – Presiden terpilih Meksiko Claudia Sheinbaum yang merupakan perempuan keturunan yahudi, mendukung kemerdekaan Palestina.
Sheinbaum, panggilan akrabnya, diketahui kerap melontarkan kecaman-kecaman keras dan menyuarakan solusi konflik palestina dan israel.
Pada Oktober lalu, ketika kelompok hamas Palestina dan Israel kembali memulai konflik, Sheinbaum kembali melontarkan kecaman. Dia, menyuarakan agar kedua belah pihak melakukan gencatan senjata.
Lebih dari itu, perempuan Yahudi berusia 61 tahun tersebut juga dengan terang-terangan mendukung solusi dua negara, yang itu artinya mendukung kemerdekaan Palestina.
Dilansir dari NBC News, Sheinbaum mengecam keras serangan terhadap warga sipil, baik yang dialami warga Palestina maupun Israel, dalam konflik kedua wilayah yang terjadi.
“Dia loyal pada mereka yang tertindas. Dalam konflik Israel-Palestina, dia yang pertama mendukung solusi dua negara, tanpa menarik pernyataannya,” kata penulis sekaligus profesor humaniora Universitas Amherst, Ilan Stavans, seperti dikutip NBC News.
Diketahui, Sheinbaum resmi menjadi presiden perempuan sekaligus Yahudi pertama di Meksiko, dengan mengantongi dukungan hingga 58 persen mengalahkan Xochiti Galvez dan Jorge Alvarwez Maynez.
Kemenangan tersebut merupakan sebuah terobosan, karena Sheinbaum orang yahudi yang memimpin negara yang populasi kristen terbanyak di dunia.
Meski begitu, Sheinbaum mengaku, dia bukan orang yang religius. Dia, Menganggap keturunan Yahudi yang dia miliki hanya sebagai warisan budaya.
“Saya tumbuh tanpa agama. Orang tua saya membesarkan saya seperti itu,” kata dia pada 2018 lalu di sebuah pertemuan Yahudi di Meksiko. (Oki)












