Monwnews.com, Malang – Tokoh nasionalis yang relegius, politisi asal fraksi PDI Perjuangan, yang saat ini menjabat Sekretaris Komisi C di DPRD Kota Malang memberikan semangat nasionalisme dalam acara wawasan kebangsaan yang dilaksanakan oleh pihak Bakesbangpol Kota Malang, Kamis (19/10/2023).

Hadir sebagai nara sumber dalam acara tersebut, Wanedi tekankan pentingnya sikap nasionalis guna menghadang dan memfilter adanya pengaruh hoax dari sumber informasi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan, yang berdampak pada lunturnya nilai-nilai rasa persatuan.
“Kita harus kuat dengan kultur kita, yang justru sarat dengan nilai-nilai moral dan filsafat kehidupan dalam hidup berbangsa dan bernegara,” tutur Wanedi dalam paparan singkatnya.

“4 hal yang menjadi pegangan bagi, kita untuk menjadi warga bangsa yang berkarakter yang kita singkat dengan istilah PBNU, yakni PANCASILA,BHINEKA TUNGKAL IKA, NKRI dan UUD 45. Inshaalloh kita akan kuat dengan kultur asli dan semangat jiwa kegotong royongan dalam membangun karakter (caracter building), sebagaimana yang digemakan oleh pendiri republik ini, yakni Bung Karno,” tegas Wanedi dihadapan sekitar 150 undangan yang datang.
Masih diwaktu dan ruang yang sama, Kepala Bakesbangpol Kota Malang, dalam pembukaannya juga memaparkan materi wawasan kebangsaan dengan mengedepankan rasa tanggung jawab bersama warga Kota Malang dalam ikut menjaga pemilu damai 2024.
“Menjaga kondusifitas wilayah kota Malang menjadi tanggung jawab bersama dalam pemilu 2024. Dan ditahun -tahun politik saat ini, hendaknya kita juga tidak mudah terpengaruh dan mudah percaya dengan adanya informasi hoax dari medsos, yang akan merusak sendi-sendi kehidupan sosial politik masyarakat,” tegas Ka Bakesbangpol, Dra. Rinawati, M.M. yang turut hadir dalam kegiatan yang dilaksanakan disalah satu hotel di wilayah kecamatan Sukun pada hari Kamis malam.
“Masa depan bangsa dalam manajamen demografi menuju tahun emas 2045, ada ditangan generasi milenia dengan 70 persen usia produktif potensial,” ujarnya.
Sementara itu dari narsum lain yang dihadirkan pihak panitia, mengupas tentang ideologi kebangsaan, yang dipaparkan oleh akademisi dari salah Perguruan Tinggi di Kota Malang. (galih)













