Jakarta – Baru-baru ini, santer kabar pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri.
Ketua DPR RI Puan Maharani, seusai menghadiri open house yang digelar Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Rabu (2/4), menegaskan pertemuan Prabowo-Megawati direncanakan secepatnya, setelah libur Hari Raya Idul Fitri 2025.
“Jadi setelah Lebaran ini setelah libur Lebaran pasti ada pertemuan secepatnya,” ujar Puan dilansir dari Detik.
Namun sebagaimana yang sudah-sudah, wacana hanya bisa jadi wacana tanpa realisasi.
Seperti halnya pertemuan Prabowo-Megawati yang berkali-kali diwacanakan hingga tak kunjung terealisasi.
Bahkan gembar-gembor pertemuan dua tokoh bangsa ini sudah muncul sejak 2024 lalu. Kian santer jelang pelantikan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.
Padahal, pertemuan Prabowo-Megawati akan memantapkan posisi PDIP dalam kancak politik nasional, khususnya terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.
Karena, sebagaimana diketahui, PDI-P merupakan partai yang tak tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang merupakan pendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.
Hampir tiga bulan usai pelantikan Presiden Prabowo, wacana pertemuan Prabowo-Mega kembali menguat usai peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-52 PDIP pada 10 Januari 2025. Namun, lagi-lagi, wacana itu menguap begitu saja.
Kendati demikian, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menegaskan hubungannya dengan Prabowo baik-baik saja.
“Pak Prabowo nih, orang mikir saya sama dia itu, wah kayaknya musuhan. Enggak! Enggak!” tegas Megawati dalam pidato politiknya pada pembukaan hari ulang tahun (HUT) ke-52 PDI-P, di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (10/1).
Bahkan sekalipun Megawati meminta kader PDIP menunda ikut Retret Kepala Daerah akhir Februari lalu, hubungan Prabowo-Megawati tetap baik-baik saja.
Hal itu disampaikan Juru Bicara PDIP Ahmad Basarah dalam konferensi pers terkait instruksi penundaan retret oleh Megawati.
Basarah mengaku dirinya membangun komunikasi langsung dengan Sekjen Partai Gerindra yang juga Ketua MPR Ahmad Muzani. Muzani, kata Basarah, menegaskan bahwa hubungan Presiden Prabowo dengan Megawati tetap baik.
“Bahwa Pak Muzani mengatakan sekali pun ada beberapa kepala daerah PDI Perjuangan yang tidak mengikuti retret, Pak Muzani dengan tegas mengatakan hubungan Ibu Megawati Soekarnoputri dengan Presiden Prabowo Subianto tetap baik-baik saja,” kata Basarah di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Selasa (25/2).
Bila hubungan Prabowo-Megawati baik-baik saja, menjadi pertanyaan besar bila hingga kini kedua tokoh itu tak kunjung bertemu. Apalagi wacana pertemuan telah digulirkan sejak 2024.
Bahkan, Prabowo secara terbuka menyatakan harapannya untuk bisa bertemu Megawati, sebelum dilantik sebagai presiden RI pada 20 Oktober 2024.
“Mudah-mudahan sebelum pelantikan (bertemu Megawati), mudah-mudahan,” ucap Prabowo setelah acara pelantikan anggota DPR, DPD, dan MPR RI periode 2024-2029 di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (1/10/2024), dilansir dari Kompas.
Bila Prabowo menginginkan untuk segera bertemu Megawati, apakah yang menghambat pertemuan kedua tokoh itu dari PDIP sendiri?












