Oleh: Daud Al Ikhlas
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Ketua DPC GMNI Sidoarjo
Jawa Timur merupakan provinsi yang telah berkembang pesat dalam sektor perindustrian pada area Pulau Jawa bagian timur. Tentunya hal tersebut seharusnya bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan bisa menurunkan angka presentase Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Timur.
Meskipun Jawa Timur dikenal sebagai pusat perindustrian, akan tetapi terdapat beberapa kota atau kabupaten yang masih memiliki angka presentase tinggi mengenai Tingkat Pengangguran Terbuka, salah satunya Kabupaten Sidoarjo.
Kabupaten Sidoarjo yang dipimpin oleh Gus Mudhlor setelah mendapat kepercayaan dari Masyarakat Sidoarjo pada Pilkada tahun 2020. Tentunya Gus Mudhlor telah memiliki program-program yang berpihak pada kepentingan masyarakat Sidoarjo. Mengingat dalam dua periode terakhir sebelum hadirnya Gus Bupati, masyarakat Sidoarjo merasa tidak memiliki pemimpin yang kompatibel. Maka hal tersebut dirasa wajar jika, Gus Bupati adalah harapan masyarakat sidoarjo. Gus Mudhlor harus memiliki progres secepat mungkin dari sektor manapun, salah satunya progres dalam menurunkan angka presentase Tingkat Pengangguran Terbuka yang berada diangka-angka kritis.
Meskipun dari tahun ke tahun pada era kepemimpinan Gus Bupati hingga saat ini, angka presentase Tingkat Pengangguran Terbuka di Sidoarjo menurun tapi masih termasuk angka tertinggi di Jawa Timur. Angka Presentase Tingkat Pengangguran Terbuka Sidoarjo termasuk tertinggi di Jawa Timur yaitu sebesar 8,80%. Jika dibandingkan dengan Kabupaten atau Kota Mojokerto yang juga bagian dari Gerbongkertosusilo, Sidoarjo tertinggal cukup jauh dalam angka presentase Tingkat Pengangguran Terbuka. Karena angka presentase TPT dari Kabupaten Mojokerto sebesar 4,38% sedangkan Kota Mojokerto 5,05% sehingga jarak angka presentase TPT di Sidoarjo cukup terlampau jauh dari Kabupaten dan Kota Mojokerto.
Selain terpaut jauh dari Kota atau Kabupaten Mojokerto yang masih bagian dari Gerbongkertosusilo. Angka presentase Tingkat Pengangguran Terbuka di Sidoarjo juga terpaut cukup jauh dari Kabupaten Jember. Tingkat Pengangguran Terbuka di Jember hanya sebesar 4,06%, mengingat Kabupaten Jember dan Kabupaten Sidoarjo sama-sama memiliki kepadatan penduduk sekitar 2 juta-an.
Namun, Gus Bupati Sidoarjo seharusnya bisa lebih menekan turun angka TPT karena Sidoarjo merupakan Kabupaten atau Kota yang memiliki Kawasan Industri terbesar nomor tiga di Jawa Timur. Kawasan Industri yang berada di Sidoarjo yaitu Sidoarjo Industrial Estate Berbek yang berada di Kecamatan Waru memiliki luas total 87 Ha, terbagi menjadi 129 lokasi dan telah ditempati oleh 103 Perusahaan yang bisa mempekerjakan hingga 19.183 orang. Pada Kawasan Industri lain yaitu Safe N Lock atau dikenal dengan Kawasan pergudangan dan juga digadang-gadang memiliki Kawasan Industri Halal (KIH) yang memiliki total luas 307 Ha. Pada Kawasan Industri SiRIE (Sidoarjo Rangkah Industrial Estate) memiliki total lahan lebih dari 200 Ha dan terlebih lagi yang baru beroperasi yaitu Kawasan Industri Sidoarjo berada di Jabon memiliki luas kurang lebih 300 Ha. Tentunya dari keempat Kawasan Industri di Sidoarjo tersebut yang relatif besar, seharusnya Gus Bupati bisa menekan angka penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka di Sidoarjo.
Pada Tahun 2022, Gus Mudhlor telah meneken MoU dengan perusahaan-perusahan yang berada di Kawasan Industri Sidoarjo bertempat di Kecamatan Jabon yang bertujuan untuk mengharuskan perusahaan-perusahaan untuk menggunakan tenaga kerja 60% yang diisi oleh warga sekitar. Selain itu, Gus Bupati juga telah menyiapkan Balai Latihan Kerja khusus di KIS Jabon. Namun faktanya angka Tingkat Pengangguran Terbuka di Sidoarjo dinilai masih berada diangka kritis di Jawa Timur.
Meskipun Sidoarjo memiliki beberapa Kawasan Perindustrian yang relatif besar dan kebijakan yang diambil Bupati Sidoarjo dirasa kurang efektif karena tidak bisa atau belum dilakukan pada Kawasan Industri lainnya yang berada di Sidoarjo. Terlebih lagi, kebijakan tersebut dinilai tidak bisa menekan turun angka presentase Tingkat Pengangguran Terbuka di Sidoarjo yang dirasa masih diangka kritis di Jawa Timur. Tentunya sebagai seorang Bupati Sidoarjo dan beserta jajarannya harus memiliki sistem yang bisa menurunkan angka kritis Tingkat Pengangguran Terbuka tersebut seperti Kabupaten atau Kota Industri lainnya yang berada di Jawa Timur.












