Monwnews.com, Jakarta – Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan, penganiayaan terhadap relawan calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo oleh anggota TNI di depan Markas Markas Kompi B Yonif Raider 408/Sbh, Boyolali, adalah bentuk aksi dan reaksi.
Maruli membantah bahwa penganiayaan itu direncanakan, tapi terjadi secara spontan karena para korban sudah berulang kali diingatkan prajurit TNI agar tidak berkendara dengan knalpot bising.
Pernyataan Maruli itu terbantahkan dengan cerita saksi mata di lapangan yang menjadi korban penganiayaan tersebut.
Adalah Slamet Andono dan Arif Diva, dua relawan Ganjar-Mahfud yang menjadi korban penganiayaan oknum TNI itu buka suara terkait peristiwa nahas yang dialaminya pada Sabtu, 30 Desember 2023.
Slamet Andono menjelaskan, saat itu ia bersama satu rekannya hendak pulang setelah menghadiri acara relawan. Ketika berhenti di lampu merah, kata Slamet, dua oknum TNI itu langsung menghampiri dan memukulnya.
“Saya pulang dua motor, pokoknya saya pulang cuma dua motor sama Mas Fergi, dua motor itu. Kebetulan di lampu merah, posisi lampu merah saya berhenti langsung dihampiri sama dua orang,” ujar Slamet, Minggu (7/12/2024).
Saat itu, dua oknum TNI tersebut langsung memukul dan membawanya masuk ke pos penjagaan. Slamet mengakui memang menggunakan knalpot bising, namun tidak digeber-geber di depan markas Kompi B Yonif Raider 408/Sbh.
“Emang knalpotnya bising tapi tidak sempat geber geber, dihampiri dua orang, enggak ada dialog, enggak ada kata apa-apa, langsung saya dipukulin, saya jatuh terus saya dimasukan ke pos penjagaan,” ungkapnya.
Korban lainnya yakni Arif Diva mengaku dianiaya tanpa penjelasan. Padahal, kala itu ia menaiki motor dengan pelan. Namun nahas, beberapa oknum TNI menghampiri langsung melayangkan pukulan.
“Saya naik motor pelan dari arah selatan ada oknum TNI itu nyamperin saya langsung ditonjok aja, dari Kompleks TNI itu, dari markas. Saya diginiin, dipiting, sempet bilang jangan sampai meninggal Pak, tapi yang miting saya itu engga-engga. Ada yang jotos bagian muka,” ucapnya meyakinkan. (Tim**)












