Monwnews.com, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa serangan negaranya ke wilayah Kursk, Rusia, menunjukkan bahwa ancaman balasan dari Rusia hanyalah gertakan.

Zelensky juga mendesak sekutunya dari negara-negara barat untuk melonggarkan pembatasan penggunaan senjata yang dipasok dari luar negeri, agar bisa lebih bebas menggunakan sejata bantuan dari sekutu negara barat itu untuk menyerang wilayah Rusia
Zelensky menyebut bahwa pasukan Ukraina kini berhasil menguasai lebih dari 1.250 kilometer persegi dan 92 pemukiman di wilayah Kursk..
Invasi Ukraina ke wilayah Rusia yang dimulai sejak 6 Agustus 2024, menjadi invasi terbesar ke Rusia sejak Perang Dunia II.
Menurut Ukrania, pendudukan atas wilayah Rusia ini bertujuan untuk menciptakan zona penyangga dan melemahkan Rusia.
Berbicara di hadapan para diplomat Ukraina, Zelensky menyoroti sekutu-sekutu yang telah memasok senjata jarak jauh tetapi melarang Ukrania utuk menggunakan senjata tersebut menyerang lebih dalam ke wilayah Rusia, karena takut melanggar “garis merah” yang ditetapkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.
“Kita sedang menyaksikan perubahan ideologis yang signifikan – konsep naif dan ilusi mengenai garis merah Rusia, telah runtuh dalam beberapa hari ini,” kata Zelensky, dilansir Reuters, Selasa (20/8/2024).
Zelenzky menegaskan bahwa karena pembatasan dari sekutu itu membuat Ukraina tidak dapat menggunakan senjata yang dimilikinya untuk menyerang beberapa target militer Rusia.
Maka Zelensky mendesak sekutu untuk lebih berani dalam keputusan mereka untuk membantu Ukrania dalam perangnya melawan Rusia












