MonWnews.com, Malang – Njagong ngopi dengan tikum (titik kulminasi) arah diskusi dalam bagian program yang masuk squel untuk pelaksanaan, menikmati seteguk kopi menghasilkan gagasan untuk kepentingan publik, di teras Simpang Tembaga, Kecamatan Blimbing.
Pria berkacamata ini hadir di wilayah Malang Raya, bersama Stevia, yakni tanaman pengganti gula yang dalam diskusi Selasa siang (23/08/2023) diuraikan oleh Agus Safii salah satu timnya Seto.

Stevia (tanaman pengganti gula) ini, untuk pembibitannya akan dilakukan di wilayah pujon.
Tentang Stevia, banyak beberapa perusahan ingin bergabung. Namun masih belum terealisasikan. Oleh karenanya dengan sistim Bottem Up, dari bawah langsung melibatkan masyarakat di wilayah Malang Raya.
Umur sekali tanam Stevia afalah 5 th, dan setiap 2 bulan sekali sudah bisa dipanen. Dan tanaman Stevia ini sebagai pengganti gula sangat cocok dikonsumsi bagi seseorang yang mengalami diabet.
Selain pada pola tanam di lahan lahan yang luas, sistim tanamnya juga bisa tanam di polibag.
“Usia lanjut 70 persen saat ini dipastikan seseorang mengalami diabet. Maka Seto hadir dengan menyuguhkan Stevia sebagai alternatif pengganti gula,” ujar Rully Sugiono rekan dekat Seto.
“Ini program peningkatan petani langsung atau tak langsung. Dengan hadirnya stevia, jelas memiliki dampak positif, sisi ekonomi dan kesehatan. Ini program yang ditawarkan bukan dalam wacana tapi tindakan segera dalam waktu dekat. Karena ini pilot projek,” sambung Seto, pemilik nama lengkap Nur Seto Rudi Santoso, yang maju menjadi Caleg DPR RI dapil Malang Raya dari Partai Golkar. (galih)












