Monwnews.com – Malang,- Pengaruh budaya barat lebih berorientasi pada perkembangan digital,namun perkembangan jaman tidak boleh melunturkan nilai-nilai tradisi para leluhur.

Hal diatas dikatakan oleh Dwi Indrotito Cahyono,S.H alias akrab dipanggil Sam TITO pada awak monwnews.com,Senin (15/07/2024)
Menurut Sam TITO,bahwa budaya merupakan warisan leluhur yang tak ternilai,oleh karenanya dirinya berpeduli
“Makanya peran generasi milineal juga harus peduli dan diberdayakan pada kekuatan kultur lokal.” Ujar Sam TITO

Kepedulian Sam TITO pada kebudayaan dan kesenian itu ,salah satunya dibuktikan dengan kunjungan silaturohim,bertemu dengan Cak Durasim kesenian dan budayawan di Desa Sulimulyo,Kecamatan Pujon Kabupaten Malang pada hari Minggu 14 Juli 2024
“Uri-uri budaya leluhur wong jowo ojo lali jowone. ” Tegas Sam TITO berslogan untuk kepedulian budaya
Disampaikan oleh Sam TITO,dirinya sudah berkunjung kepada para penggiat budaya maupun seni.
“Diantaranya kelompok seni dan budaya yang sudah saya datangi yaitu : Raket Prasojo pimpinan Bapak Sutrimo, Hono Laras di Pakisaji pimpinan Bapak Sugiono, Ki Soleh sebagai Dalang di Tumpang, Ki Bimo sebagai Dalang di Kalipare, Pak Agus di Slampar – Jabung sebagai penggiat bantengan, Bapak Nur Celak Tokoh seniman ludruk dan masih banyak yang lain.” Terang Sam TITO,yang maju menjadi Bakal Calon Bupati Malang di Pilkada 2024
(galih)












