Ekonomi Tumbuh 5,2%, Tapi Kata Purbaya: Defisitnya Sengaja Dinaikkan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan APBN 2025 dalam konferensi pers APBN KiTa
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan APBN 2025 dalam konferensi pers APBN KiTa. (Sumber : Youtube)

Monwnews.com, Jakarta – Pemerintah resmi membuka data kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Dalam konferensi pers APBN KiTa, Kamis (08/01/2026), Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan kondisi ekonomi Indonesia yang tetap tumbuh, meski diiringi tantangan fiskal.

Purbaya menyebut pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2025 mencapai 5,2 persen. Bahkan, pada kuartal IV-2025, laju ekonomi diperkirakan menguat hingga 5,45 persen. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan ekonomi Indonesia masih bergerak stabil di tengah tekanan global.

Namun, Purbaya juga mengungkapkan bahwa sejumlah indikator makro mengalami pergeseran. Inflasi pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,92 persen, sedikit di atas target pemerintah yang dipatok 2,5 persen. Sementara itu, nilai tukar rupiah terpantau melemah ke level Rp16.475 per dolar AS, lebih rendah dibanding asumsi APBN di Rp16.000 per dolar AS.

paparan realisasi APBN 2025 dan kondisi ekonomi nasional. Ekonomi Tumbuh, Defisit Naik
Data Realisasi Asumsi Makro 2025

Dari sisi fiskal, pendapatan negara hingga akhir Desember 2025 tercatat mencapai Rp2.756,3 triliun. Di saat yang sama, belanja negara terealisasi sebesar Rp2.602,3 triliun, seiring kebijakan pemerintah menjaga pertumbuhan dan daya beli masyarakat.

Kondisi tersebut membuat defisit APBN 2025 melebar menjadi Rp695,1 triliun atau setara 2,92 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini lebih tinggi dibandingkan defisit tahun sebelumnya yang berada di kisaran 2,3 persen dari PDB.

Data Realisasi APBN 2025 (Rp/Triliun).

Meski demikian, Purbaya menegaskan pelebaran defisit tersebut bukan sinyal bahaya. Ia menyebut kebijakan fiskal saat ini dirancang secara countercyclical, yakni sengaja diperlebar untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

“Fondasi ekonomi terus diperkuat. Dengan strategi ini, pemerintah optimistis defisit bisa kembali ditekan pada 2026,” ujar Purbaya. (Rha/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *