Julius Caesar membunuh para senator
Di atas itu dia bangun kekaisaran
“Bohong besar kejayaan dapat dibangun hanya dengan perdebatan
Dunia tidak dapat dibangun hanya dengan ide
Tapi tindakan”
Chairil Anwar terus meradang
Dia ingin hidup seribu tahun lagi untuk sebuah harapan
Sementara di balik dinding kudengar ada yang terus mengajarkan
“Bacalah amalan untuk mendapat banyak kemakmuran”
Di luar sana Nietzsche berteriak-teriak
“Kehendak itulah yang menciptakan!…
Kehendak itulah yang menjadikan!…”
Kota-kota kini tumbuk bak cendawan
Dihiasi pohon lampu dan tangga penggapai langit
“Kehendak itulah yang menciptakan!…
Kehendak itulah yang menjadikan!…”
Kini kehidupan sudah sedemikian surganya
Pembunuhan demi pembunuhan tetap saja dilakukan
Kekuasaan dibangun untuk membebaskan diri dari kekuasaan lainnya
Kekuasaan Tuhan dibunuh untuk membangun kekuasaan manusia
Kekuasaan manusia dibunuh untuk membangun kekuasaan Tuhan
Padahal kekuasaan dirinya juga yang sedang dimegahkan
“Manusia unggul!…
Di luar itu tidak ada!…
Kehendak itulah yang menciptakan!…
Kehendak itulah yang menjadikan!…”
Nietzsche masih berteriak-teriak sepanjang jalan
“Tuhan sudah mati!..
Tuhan tetap mati!…
Dan kita telah membunuhnya!…”
Benarkah itu?
Tuhan terus bersemayam di tempat rahasia
Tersembunyi di balik tanya ketika kita mengadakan atau meniadakanNya
Padahal manusia kerapkali mencoba menjadi Tuhan itu sendiri dibalik segala kebaikannya












