Monwnews.com, Malang – Kacaunya pendataan Bansos Pemerintah Malang membuat warga Jalan Kemantren harus gigit jari karena masuk kategori mampu meski rumah nyaris roboh. Warga Malang Raya, khususnya Kota Malang, merasa prihatin atas beban Kuswoyo, warga Jalan Kemantren III/35D, RT 04/RW 13, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang.
Kuswoyo adalah pemilik rumah yang masuk kategori tidak layak huni, tidak sehat, dan kondisinya mengkhawatirkan karena sewaktu-waktu bisa mengalami bencana longsor maupun roboh.
Anehnya lagi, pria yang bekerja sebagai buruh harian lepas itu terdata dalam DTSEN di Kementerian Sosial masuk dalam Desil 6. Padahal, dalam data DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional) 2026, Desil 6 masuk dalam kategori menengah ke atas atau cukup sejahtera.
Warga/kelompok ini dinilai memiliki pendapatan stabil dan sudah mandiri secara ekonomi, sehingga umumnya tidak diprioritaskan untuk menerima bantuan sosial (bansos) reguler seperti PKH atau BPNT.
Namun, realita di lapangan faktanya tidak demikian. Kondisi rumah tidak layak huni dengan penghasilan yang bisa terbilang minim, jauh di bawah UMR. Sehari makan, sehari puasa. Ia baru memiliki uang jika sedang ada pekerjaan sebagai buruh harian lepas, dengan kondisi rumah yang memprihatinkan.

Bagaimana bisa hal itu terjadi dalam pendataan? Apakah BPS dan petugas lapangan dari pihak dinas terkait kurang jeli atau asal-asalan dalam pendataan? Akibatnya, Kuswoyo tidak pernah mendapat sentuhan kebijakan berupa bantuan, baik dari Pemerintah Pusat, Provinsi, maupun Pemerintah Daerah Kota Malang.
Akhirnya, melalui Admin grup WhatsApp Pelayanan Pengaduan Publik Malang, para anggota yang ada di dalam grup terketuk rasa sosial kemanusiaannya. Dalam selang waktu dua hari dibuka donasi santunan, hal tersebut direspon dengan cepat dan tanggap. Pada hari Jumat (24/04/2026) siang, dana yang terkumpul telah diserahkan langsung kepada Kuswoyo.
“Terima kasih atas partisipasi aktif masyarakat Malang Raya yang tergabung dalam grup WhatsApp Pelayanan Pengaduan Publik, yang telah berperan mengambil alih untuk mengatasi kondisi Kuswoyo dan rumahnya yang sangat memprihatinkan lewat donasi,” ungkap Darno selaku admin grup.
”Dan alhamdulillah, dalam waktu dua hari, donasi berupa uang tunai telah terkumpul senilai Rp11.210.000,- (Sebelas Juta Dua Ratus Sepuluh Ribu Rupiah),” jelas Darno.
”Dengan harapan, setelah donasi ini kita salurkan dan kita berikan langsung kepada Bapak Kuswoyo, dapat dipergunakan sebaik-baiknya untuk pembenahan rumah sehingga menjadi layak huni,” tutur Darno.
Uang sejumlah tersebut telah diserahterimakan kepada Kuswoyo di tempat tinggalnya oleh Darno selaku admin grup WhatsApp Pelayanan Pengaduan Publik Malang, didampingi pihak Ketua RT setempat, serta disaksikan oleh beberapa anggota grup yang ikut hadir dalam penyerahan donasi tersebut. (galih)












