Monwnews.com, Malang – Event Santri Fest 2024 digelar di Bumi Carnival, Jalan Sudimoro Kecamatan Blimbing, sejak 25 Oktober dan nanti berakhir pada 3 November 2024, dimulai pukul 15.30 hingga 23.00 wib.
Gelaran acara tersebut dalam rangka memperingati Hari Santri 22 Oktober dan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2024.
Event yang melibatkan beberapa komunitas itu merupakan sinergitas warga kota Malang yang impac nya juga kembali untuk warga, baik dari segi perform hiburan positif yang mempunyai dampak perkembangan ekonomi bagi warga, melalui giat perdagangan berbagai macam produk, baik olahan makanan dan minuman fashionable oleh para pelaku UMKM yang berpartisipasi.
Termasuk kesediaan panggung yang megah dan tata lampu yang memadai, untuk sesi perform hiburan on stage.
Salah satu pengisi acara panggung, musik banjari asuhan Heru Praktino juga turut mewarnai event tersebut pada Jumat malam, juga dari para musisi SISTIMIC BAND, yang kemarin malam, Sabtu (27/08/2024) unjuk kebolehan diatas panggung yang menghibur para pengunjung di lokasi.
Salah satu panitia acara, Nurul Inaker mengatakan” Pangggung yang ada dilokasi kali ini, terbilang cukup mewah demikian juga sound systemnya sangat mendukung untuk beberapa perfom acara. Memberikan hiburan kepada para pengunjung di lokasi event Santri Fest,” ujar wanita yang aktif di Indonesia Bekerja – INAKER.
Sementara itu, pria yang akrab disapa Agus Prast dari E.O Prokota.com mengatakan, jika event Santri Fest 2024 ini merupakan partisipasi dan peduli aktif warga Malang terhadap lahirnya hari santri nasional yang dicetuskan di Malang.
“Semoga ini menjadi event tahunan kedepannya yang dapat bersinergi dengan pihak Pemkot Malang selaku fasilitator kepentingan publik,” ucap Agus Prast.

“Kegiatan-kegiatan yang lahir dari gagasan segar warga masyarakat, hendaknya direspon positif oleh Pemerintah Kota Malang sebagai fungsi fasilitator agar tidak terkesan abai, karena kegiatan event seperti ini adalah merupakan bagian budaya pemikiran ekraf (ekonomi kreatif) warga masyarakat, yang bisa bersinergi dengan kepanitiaan pentahelik. Sehingga benar-benar kesejahteraannya itu juga dirasakan warga. Bukan bikin kegiatan dari intern, oleh intern dan untuk intern ASN. Sementara publik makin kritis menyoroti anggaran kegiatan yang digelar,” tegas perwakilan dari Ma-Ju (Malang Jurnalis) yang turut bersinergi dalam kepanitiaan bersama. (Jupez)












