Monwnews.com, Tangis pecah di Gedung Parlemen saat dua ibu terdakwa bersimpuh di hadapan Ketua Komisi III DPR usai RDPU, Kamis (26/2/2026).

Makkiyati dan Nirwana memohon pertolongan untuk anak-anak mereka yang telah divonis hukuman mati. Dengan suara gemetar, mereka meminta keadilan sambil menangis di lantai gedung wakil rakyat.
Pemandangan itu sebagaimana diunggah dalam video oleh IG suaraakarrumput menjadi ironi: ketika vonis sudah dijatuhkan, harapan terakhir justru dicari bukan di ruang sidang, melainkan di ruang politik.
Seolah keadilan bukan hanya soal bukti dan proses hukum, tetapi juga soal siapa yang bersuara paling keras dan siapa yang punya akses.
Di tengah perdebatan soal minimnya saksi fakta dan klaim tidak adanya bukti kuat dalam perkara yang menjerat anak-anak mereka, publik kembali bertanya: mengapa seorang ibu harus bersimpuh untuk memperjuangkan hak hidup anaknya?
Apakah sistem hukum sudah benar-benar memberi rasa keadilan, atau justru menyisakan ruang bagi mereka yang terpaksa “mengemis” di negeri sendiri?












