Umum  

Kyai Haji Fathurrahman Poleng Nganjuk, Sosok Ulama Jatim yang Dikenal dengan Kesederhanaanya

MonwNews.com, Nganjuk – Kegiatan Yassin, Istighosah, Tahlil, dan Temu Dzuriyah Kyai Haji Fathurrahman Poleng ini dilakukan secara rutin setiap tahun setelah momen Hari Raya Idul Fitri. Tahun ini pun, rangkaian kegiatan berlangsung secara khidmat di Masjid Poleng, Kabupaten Nganjuk pada Minggu (30/4).

Kyai Haji Fathurrahman dikenal juga dengan nama Mbah Poleng. Sosoknya lahir dan tinggal di Dusun Poleng, Desa Mojoduwur, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk.

Semasa hidupnya, Mbah Poleng dikaruniai empat orang anak: satu anak laki-laki Bernama Kyai Mustofa dan tiga anak perempuan yakni Nyai Karimun Bagor Nganjuk, Nyai Musa Nglentreng, dan Nyai Qoni’ah.

Dikenal sebagai sosok yang sederhana, ilmu serta rumah Mbah Poleng menjadi satu-satunya warisan untuk garis keturunannya yang disebut sebagai Bani Fathurrahman.

Kediamannya di Desa Mojoduwur hingga kini masih lestari dan dihuni oleh Kyai Zaenudin yang merupakan keturunan ke-5 dari Mbah Poleng.

Berdasarkan informasi dari Kyai Haji Solihin selaku pengurus Ikatan Bani Fathurrahman (IBF), keturunan mbah Poleng tersebar di Indonesia, khususnya di berbagai bagian Pulau Jawa.

Bukan main-main, sebagian dari keturunan Mbah Poleng pun tumbuh menjadi ulama besar dan tokoh penting. Bahkan, dari putrinya Nyai Karimun Bagor di Nganjuk, lahir putra bernama Harjo Besari yang merupakan kakek dari Kyai Mochamad Dardak di Trenggalek.

Kyai Mochamad Dardak Trenggalek ini merupakan putra Nyai Musdirah atau Nyai Muhammad Tahir. Beliau sendiri adalah kakek dari Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, melalui pernikahan Achmad Hermanto Dardak dengan Sri Widayati.

“Iya mas Emil ini masih kerabat dengan mbah Fathurrahman , jadi sudah seharusnya belaui ini dipanggil Gus.” ungkap Kyai Haji Solihin.

Tokoh dan ulama besar lainnya yang lahir dari Bani Fathurrahman ini di antaranya Gus Baha’ Rembang, Gus Ubaidillah Faqih bin Kyai Abdullah Faqih Langitan, Kyai Idris bin Hamid Pasuruan, dan Kyai Haji Marzuki Mustamar Ketua PWNU hari ini.

Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak yang hadir pada Kegiataan Yassin, Istighosah, Tahlil dan Temu Dzuriyah Kyai Haji Fathurrahman Poleng menyatakan bahwa pihaknya mendukung serta menjaga peran perjuangan Kyai dan pondok pesantren.

Ia menyampaikan, bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pemprov Jatim memiliki 9 program kerja bernama Nawa Bakti Satya. Disebutkan, ada Jatim sejahtera untuk pengentasan kemiskinan, Jatim Akses untuk infrastruktur, Jatim Agro yang berfokus pada pertanian dan masih banyak lagi.

Dari kesembilan program kerja untuk mewujudkan Nawa Bakti Satya, Wagub Emil menuturkan bahwa ada Jatim berkah. Program Jatim Berkah bertujuan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, inovatif, terbuka, dan partisipatoris guna memperkuat demokrasi kewargaan untuk menghadirkan ruang sosial yang menghargai prinsip kebhinekaan.

“Kami bertekad untuk bukan cuma membangun kerja keras dan cerdas, tapi juga lewat doa. Semakin terbangun spiritual maka ikhtiar kita semua akan diberkati Allah,” ungkapnya.

Di akhir silaturahminya, Mantan Bupati Trenggalek tersebut melakukan ziarah ke makam Mbah Poleng yang letaknya berdampingan dengan Pondok Pesantren Asy Syafi’i.

Wagub Emil berharap silaturahmi yang dilakukan dapat semakin menambah ikatan kekeluargaan dan komunikasi serta membawa berkah dan kedamaian bagi semua orang.

“Alhamdulillah dengan silaturahmi semakin dekat dan Istiqomah. Silaturahmi terus terjalin,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *