Monwnews.com, Malang – Baik di tingkat Desa Hingga di tingkat pusat kekuasaan dapat menghambat, bahkan meniadakan impian merdeka kemakmuran rakyat yang religius atas cita luhur kemerdekaan berbangsa- bangsa yang telah sepakat menjadi Satu Bangsa Indonesia, jika dalam mengemban amanah, kepemimpinannya tidak dibarengi dengan etik moral dan keberadaban, satunya kata dan perbuatan.
Hal tersebut diungkapkan oleh KRMH. Gagoek Kapoet Triana, S.H., Ketua Dewan Pendiri Indonesia Bekerja (INAKER).
Gagoek menjelaskan, bahwa pemimpin yang tidak memiliki etik moral dan keadaban yang baik dapat menyebabkan:
1. Makin Kurangnya Kepercayaan Rakyat
Rakyat tidak percaya pada pemimpin yang tidak memiliki etik moral dan keadaban yang baik.
2. Ketidakadilan
Pemimpin yang tidak adil dapat menyebabkan ketidakadilan dalam masyarakat cenderung dholim.
3. Kemiskinan mangkin meningkat
Pemimpin yang Kolusi, Korupsi Nepotisme tidak mempunyai kapasitas, kapabilitas dan integritas, tidak efektif dapat menyebabkan kemiskinan dan serta kesenjangan sosial yang menganga di kehidupan masyarakat.
4. Disintegrasi Bangsa
Pemimpin yang tidak memiliki keadaban yang baik dapat menyebabkan disintegrasi bangsa dan konflik sosial.
Demikian keprihatinan yang dirasakan oleh KRMH. Gagoek Kapoet Triana, S.H., saat ditemui media ini pada hari Jumat (8/8/2025). (Galih)












