Monwnews.com, Jember – Mahasiswa FKIP Universitas Jember kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Kali ini, prestasi tersebut datang dari seorang kader DPK GMNI FKIP UNEJ yang berhasil meraih Juara 1 Nasional dalam kompetisi poster yang diselenggarakan oleh Universitas Ciputra Surabaya, sebuah perguruan tinggi berakreditasi unggul dengan tingkat persaingan yang sangat ketat.
Keberhasilan ini tidak diraih dengan cara instan. Dari total 605 karya poster yang masuk dari berbagai daerah di Indonesia, hanya 105 karya yang berhasil lolos tahap kurasi. Selanjutnya, peserta kembali diseleksi hingga tersisa 10 finalis terbaik yang berkesempatan mempresentasikan karya mereka secara langsung di hadapan dewan juri. Di tengah kompetisi yang begitu kompetitif tersebut, mahasiswa FKIP UNEJ berhasil keluar sebagai juara pertama dan membawa pulang hadiah sebesar Rp2.500.000.
Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga sekaligus membanggakan. Selain karena tingginya tingkat persaingan, nominal hadiah yang diberikan juga menunjukkan keseriusan penyelenggara dalam mengapresiasi kreativitas dan kualitas karya peserta.
Ketertarikannya mengikuti kompetisi ini dilandasi oleh tiga faktor utama. Pertama, kemampuan yang telah lama ia tekuni di bidang desain grafis. Kedua, tema lomba yang berkaitan erat dengan disiplin ilmu sejarah yang sedang ia pelajari. Ketiga, kredibilitas penyelenggara yang memiliki akreditasi unggul sehingga dianggap sebagai arena yang tepat untuk menguji kemampuan akademik maupun kreativitas.
Di balik prestasi tersebut, terdapat proses panjang yang menunjukkan pentingnya budaya riset, kerja keras, dan pembinaan organisasi. Ia mengungkapkan bahwa terdapat empat strategi utama yang diterapkan selama proses persiapan. Mulai dari menggandeng dosen pembimbing untuk melakukan verifikasi sumber primer, melakukan penelitian lapangan secara mandiri, memperdalam penguasaan materi, hingga menjalani simulasi presentasi secara intensif.
Salah satu langkah yang paling menarik adalah riset lapangan yang dilakukannya terkait tema tokoh kebangsaan yang terlupakan. Ia mewawancarai 39 mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Jember untuk mengukur tingkat pengetahuan mereka terhadap tokoh yang diangkat dalam poster. Data tersebut kemudian menjadi landasan kuat untuk membuktikan bahwa tokoh tersebut memang belum banyak dikenal oleh generasi muda.
Keberhasilan ini juga tidak dapat dilepaskan dari proses kaderisasi dan pembelajaran yang diperoleh selama aktif di DPK GMNI FKIP UNEJ. Organisasi mahasiswa ekstra kampus tersebut menjadi ruang pengembangan kapasitas yang mendorong anggotanya untuk berpikir kritis, memperkuat budaya diskusi, membangun kemampuan riset, serta melatih keberanian berbicara di depan publik.
Pengalaman berorganisasi memberikan kontribusi besar terhadap keberhasilannya dalam menyusun argumentasi yang kuat, melakukan penelitian lapangan, hingga menghadapi sesi presentasi dan tanya jawab di tingkat nasional. Jaringan pertemanan dan kolaborasi yang terbentuk dalam organisasi juga menjadi faktor penting yang membantu proses latihan serta penguatan mental kompetisi.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa organisasi mahasiswa bukanlah penghambat akademik, melainkan dapat menjadi kawah candradimuka yang melahirkan mahasiswa berprestasi, berkarakter, dan memiliki daya saing nasional. DPK GMNI FKIP UNEJ menunjukkan bahwa kaderisasi yang berorientasi pada pengembangan intelektual mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga mampu mengharumkan nama fakultas dan universitas melalui prestasi-prestasi konkret.
Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa Universitas Jember untuk terus mengembangkan potensi diri, aktif dalam organisasi, serta berani berkompetisi di tingkat nasional. Sebab, prestasi besar lahir dari keberanian untuk belajar, berproses, dan berjuang secara konsisten.












