Ibarat Dosanya Sahaja Diminta Tidak Boleh

Oleh : mBah Kuntjir INAKER

Monwnews.com, Satir Jawa kuno dosane wae dijaluk nora oleh, opo maneh bondo donyane sing nora jelas asal usule mengkritik sifat manusia yang memuja dosa ( kesalahan besar ) tanpa malu, apalagi duniawi yang asal-usulnya samar.

Ungkapan ini dari tradisi sastra seperti Serat Wulangreh mengingatkan bahaya kesombongan intelektual dan serta moral ditengah masyarakat berketuhanan / beragama.

Makna Satir ini menyoroti kontradiksi perilaku dimana manusia rela meminta dosa tanpa merasa bersalah, sementara urusan dunia ( bondo donya ) sering kali kabur sumbernya, seperti pencapaian tanpa usaha jelas.

Dalam konteks Jawa, ini mirip nasihat anti-sombong di pupuh Gambuh ataupun Kinanthi , dimana kepandaian dipuja tapi akhirnya hancur karena kurang akhlak dan moral serta keadaban.

Ontologi ( Hakikat Keberadaan ).
Secara ontologis, masyarakat beragama memandang realitas dosa dan dunia sebagai ciptaan Tuhan yang pasti, bukan ilusi samar.

Agama wahyu seperti Islam menekankan tauhid dari segala ada bermula dari Sang Pencipta, sehingga asal usul nora jelas/tidak sesuai kaidah agama adalah ilusi nafsu yang menjauhkan dari hakikat abadi.

Hal ini membedakan eksistensi spiritual ( jelas, transenden ) dari duniawi ( sementara, dan serta sangat rapuh ).

Epistemologi ( Cara Pengetahuan ).
Epistemologis, pengetahuan di masyarakat beragama lahir dari wahyu ( Al-Qur’an, Wedha ) dan empirisme terverifikasi, bukan asumsi kosong.

Satir ini kritik epistemologi kepalsuan klaim pintar tanpa dalil jelas sama dengan maling berdasi tanpa praktek mencopet/menggarong dimana tahu teori dosa tapi tak menghindari.

Pendekatan rasional-empiris Islam gabungkan akal, observasi, dan otoritas suci untuk validasi kebenaran.

Aksiologi (Nilai dan Etika).
Aksiologis, nilai agama tegas dalam dosa buruk mutlak ( theistic-subjectivism, ditentukan Tuhan), duniawi harus kontekstual dan serta operasional untuk kebaikan.

Masyarakat beragama menolak pemujaan dosa karena langgar etika, adab, moral-intelektual dalam nilai Islam menuntut ilmu transformatif, bukan sombong.

Tanpa aksiologi ini, pendidikan agama kehilangan kekuatan sosial.

Relevansi Masyarakat Beragama.
Integrasi ketiga dimensi menciptakan masyarakat kritis dalam ontologi memberi fondasi, epistemologi metode, aksiologi arah dimensi etis.

Satir ini panggilan empiris lihat realita korupsi atau hedonisme modern untuk kembalikan pedoman agama agar nilai tak sekadar retorika.

Dimasyarakat Jawa modern, satir dosane wae dijaluk nora oleh tercermin dalam perilaku yang memuja kesalahan besar tanpa rasa malu, seperti tawuran pelajar atau penyalahgunaan narkoba dikalangan pemuda.

Fenomena ini mirip kritik tradisional terhadap sombong intelektual yang abaikan asal-usul moral, kini dipicu modernisasi.

Contoh Korupsi Pejabat.
Pejabat yang korupsi dana publik sering bangga dengan gaya hidup mewah tanpa jejak asal jelas, seperti kasus bansos atau proyek infrastruktur, spj fiktif dll.

Mereka meminta dosa lewat jabatan, tapi duniawi mereka samar sumbernya, tolak unggah-ungguh Jawa soal sopan santun.

Generasi Muda Hedon.
Pemuda urban Jawa di kota metropolitan rela tawuran sekolah, balap liar, atau bullying demi status medsos, anggap dosa kecil tanpa konsekuensi.

Hal ini lunturnya nilai luhur seperti nrimo ing pandum, diganti budaya instan dari gadget, di mana bondo donyane tak jelas usulnya.

Pengaruh Mistis Modern.
Praktik dukun digital atau judi online di kalangan Jawa modern jadi dosa yang dipuja sebagai jalan cepat kaya, tanpa dalil agama jelas.

Berbeda zaman dulu yang ritualisasi mistis untuk harmoni, kini sekuler-materialis bikin asal-usul kekayaan kabur.

Dampak Sosial.
Kasus ini picu disintegrasi budaya Jawa seperti generasi Z abaikan petuah orang tua, pilih gaya modern daripada etika agama.

Satir ini ingatkan kembalikan pedoman tauhid agar hindari kehancuran moral empiris.

“JANGAN CEPAT KAGETAN, JANGAN CEPAT KEHERANAN SAHAJA”

#salamsatujiwa
#salamindOnesiabekerja
🏃🏽‍♂️🏃‍♀️🕺🏻💃🤝✊💪🥰
🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *