Umum  

Hantu-Hantu Pikiran Manusia Diantara Cahaya Tuhan

Oleh: Gaguk Inaker

KRMH. Gagoek Kapoet Triana, S.H. (penulis)

Monwnews.com, Ungkapan tersebut tergerak seolah-olah bagaimana ketakutan irasional atau pikiran lemah iman sering mengganggu pengalaman spiritual yang lebih murni dan mengasyikkan.

Dalam filsafat dan teologi, hal itu mirip dengan pandangan sufi atau pemikir seperti Rumi dll , yang bilang hantu batin ( seperti ego, keraguan, atau prasangka dll ) sering menyelimuti cahaya Tuhan yang sebenarnya.

Bayangkan pikiran manusia seperti kabut yaitu hantu-hantu itu ketakutan akan kegagalan, dosa, atau ketidakpastian membuat kita sulit melihat Sang Pencipta yang selalu ada.

Orang beriman kuat justru melewati kabut itu dengan doa, refleksi, dan ilmu, bukan dengan takhayul.

Mengatasi Hantu Pikiran.

Lanjutkan renungannya di hantu-hantu pikiran , seperti keraguan diri, nafsu duniawi, atau dogma kaku sering muncul karena iman yang rapuh.

Mereka seperti bayangan di gua Plato, ilusi yang kita anggap nyata.

Tuhan, bagaimanapun, adalah cahaya abadi di baliknya.

Cara melewatinya dengan santai me Refleksi harian misal Luangkan 10 menit meditasi, tanya diri sendiri, ‘Apa sih ketakutan sehingga ajarkan tentang kelemahan masing-masing personal ?’

Bacaan suci misalnya Al-Qur’an ( misalnya Surah Al-Insyirah sbb : “Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”) atau Injil (Yohanes 8:12, Yesus sebagai terang dunia) ingatkan bahwa Tuhan lebih besar dari bayangan.

Dalam Keluarga atau Komunitas lakukan diskusi cerdas dengan orang beriman kuat maka mereka bantu bedakan hantu dari realitas.

Aksi nyata maka membantu orang lain guna beramal apapun sesusibkemsnpuan untuk membersihkan pikiran dari ego.

Contoh, Nabi Muhammad SAW hadapi hantu pikiran di Gua Hira ( keraguan sebelum wahyu illahi ), namun imannya yang menang.

Kamu Kita Kami Mereka sendiri, sekarang hantu apa yang lagi menghantuimu boloooo ?

“JANGAN CEPAT KAGETAN, JANGaN CEPAT KEHERANAN SAHAJA”

Kita, kami, kamu, mereka yang berakal bernalar berfikir berilmu dan beriman tetaplah bersyukur, jangan lupa bahagia serta trus saling berbagi, saling silaturahmi, saling berkumpul , bergerak berkehendak bersinergi bekerja giat keras cerdas tuntas terarah terukur bersama-sama , tiada khianat hingga terwujud cita bersama-sama jua sesuai diantara pejuang-pejuang tangguh pilih tanding dan serta bukan sering terjebak dalam kubangan pecundang selalu bertopeng pejuang.

#salamsatujiwa
#salamindOnesiabekerja
🏃🏽‍♂️🏃‍♀️🕺🏻💃🤝✊💪🥰
🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *