Umum  

GOBER Community: Perjuangan Driver Ojol Antara Regulasi, Desentralisasi Teknologi, Koperasi dan Satria Gati

Monwnews.com, Dodi Ilham, Presiden GOBER Community sekaligus Ketua Koperasi GOBER Indonesia—menegaskan bahwa perjuangan melawan eksploitasi aplikator tidak bisa hanya berhenti pada regulasi semata. Regulasi memang perlu, tapi regulasi tanpa kendaraan ekonomi yang nyata hanya akan menjadi kertas kosong.

“Aplikator berdiri di atas algoritma sentralisasi yang manipulatif, menekan driver, dan merampas kedaulatan ekonomi rakyat. Maka jawabannya bukan hanya regulasi, tapi teknologi melawan teknologi: sentralisasi eksploitatif harus dilawan dengan desentralisasi koperasi”, kata Dodi.

menurutnya Koperasi GOBER Indonesia hadir bukan sekadar wacana, melainkan kendaraan ekonomi alternatif yang nyata, berbasis gotong royong, transparansi, dan kontrol anggota. Dengan sistem teknologi desentralisasi, driver tidak lagi menjadi objek algoritma asing, tapi subjek pembangunan bangsa.

“Kekuatan kita bukan hanya pada sistem, tapi juga pada Man Power. Melalui Sertifikasi Kompetensi Satria Gati—hasil kerja sama Koperasi GOBER Indonesia dengan Universitas Indonesia—driver tidak hanya memiliki keterampilan, tapi juga pengakuan formal lima pilar kompetensi: Bela Diri Bela Negara, Personality, Montir, P3K-K3, dan Local Wisdom. Inilah posisi tawar nyata yang akan membebaskan para driver dari belenggu aplikator”, ujarnya.

Dodi menegaskan bahwa semangat ini adalah warisan para pejuang 45: menghimpun kawan, mengusir lawan, bahu-membahu, bergotong royong untuk mewujudkan keadilan sosial, keadilan semua untuk semua.

“Kita tidak sedang melawan regulasi dengan regulasi, tapi sedang membangun ekosistem baru yang menegakkan martabat bangsa. Karena kemerdekaan sejati bukan sekadar bebas dari penjajahan fisik, tapi juga dari algoritma eksploitatif yang menindas rakyat kecil”, pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *