Monwnews.com, GOBER Community dengan tegas menyatakan dukungan penuh terhadap Gerakan Anti Sepuluhpersen yang dilakukan oleh komunitas pengemudi online dalam menuntut keadilan atas eksploitasi yang dilakukan oleh aplikator transportasi online.

Sistem pemotongan yang tidak adil serta kebijakan sepihak yang merugikan pengemudi telah menciptakan bentuk perbudakan digital yang tidak dapat dibiarkan terus berlangsung.
Eksploitasi Sistematis oleh Aplikator Transportasi Online
Saat ini, pengemudi online mengalami pemotongan pendapatan ganda akibat kebijakan aplikator yang tidak adil, di antaranya:
Potongan hingga 20% dari tarif perjalanan.
Potongan tetap Rp4.000 per transaksi, yang semakin memperburuk kondisi pendapatan pengemudi.
Dampak kebijakan ini sangat merugikan, terutama bagi pengemudi yang mendapatkan order kecil. Sebagai contoh, untuk tarif perjalanan Rp10.000, setelah dipotong 20% (Rp2.000) dan biaya tetap Rp4.000, pengemudi hanya menerima Rp4.000, yang bahkan tidak mencukupi biaya operasional seperti bensin.
Selain itu, aplikator menerapkan sistem skoring dan suspend sebagai alat pemaksaan agar pengemudi menerima semua jenis order, termasuk yang tidak menguntungkan. Jika pengemudi menolak terlalu banyak order kecil:
Skor performa akan diturunkan, menyebabkan berkurangnya order yang masuk.
Pengemudi bisa diblokir sementara hingga seharian atau bahkan di-suspend permanen tanpa alasan yang jelas.
Kebijakan ini menegaskan bahwa apa yang disebut sebagai “kemitraan” oleh aplikator sejatinya hanyalah sistem eksploitasi digital yang merugikan mitra pengemudi.
Regulasi yang Diperlukan untuk Keadilan Pengemudi
GOBER Community menuntut pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menghapus kebijakan yang merugikan pengemudi dengan cara:
1. Menghapus potongan tetap Rp4.000 per transaksi yang semakin memperburuk kesejahteraan pengemudi.
2. Memastikan transparansi dalam sistem penalti, skoring, dan suspend agar pengemudi tidak mengalami pemblokiran sepihak.
3. Melarang pemaksaan penerimaan order dengan ancaman penalti atau suspend.
Strategi Perlawanan Pengemudi
GOBER Community mengajak seluruh komunitas pengemudi online untuk:
Mengorganisir aksi kolektif dan boikot order kecil secara serentak agar aplikator tidak bisa lagi menekan pengemudi secara individu.
Mendokumentasikan bukti eksploitasi (pemotongan tidak adil, suspend sewenang-wenang, dll.) sebagai alat advokasi kepada pemerintah dan masyarakat.
Membangun alternatif berbasis koperasi, seperti yang sedang diperjuangkan oleh Koperasi GOBER Indonesia, agar pengemudi memiliki kontrol lebih besar atas ekosistem kerja mereka.
Solusi Jangka Panjang: Ekonomi Berbasis Koperasi
GOBER Community percaya bahwa solusi utama untuk keluar dari eksploitasi ini adalah mengembangkan ekosistem transportasi berbasis koperasi, di mana pengemudi memiliki sistem yang lebih adil dan berkelanjutan. Koperasi GOBER Indonesia telah merancang langkah konkret melalui:
Sertifikasi Kompetensi Satria Gati untuk meningkatkan daya tawar pengemudi.
Pembangunan platform transportasi berbasis koperasi agar pengemudi tidak lagi bergantung pada aplikator yang mengeksploitasi mereka.
Kemitraan dengan berbagai pihak untuk membangun ekosistem ekonomi gotong royong, sehingga pengemudi bisa mendapatkan kesejahteraan yang lebih layak.
Kesimpulan: Perjuangan Harus Terorganisir dan Berkelanjutan
Tanpa perlawanan yang terorganisir, aplikator akan terus melakukan eksploitasi dengan dalih inovasi teknologi. Oleh karena itu, GOBER Community menegaskan bahwa:
1. Potongan tetap Rp4.000 per transaksi harus dihapus.
2. Pengemudi harus memiliki kebebasan memilih order tanpa ancaman penalti atau suspend.
3. Perjuangan pengemudi harus sistematis dan berbasis koperasi agar tidak selamanya tergantung pada aplikator.
Kami menyerukan kepada seluruh komunitas pengemudi online untuk bersatu dan melawan eksploitasi ini dengan strategi yang cerdas dan terkoordinasi.
Dodi Ilham
Presiden GOBER Community












