Surabaya – DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Banyuwangi melakukan silaturahmi dengan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, beserta jajaran pengurusnya, di Kantor KADIN Jatim, Surabaya, Selasa (24/6). Pertemuan ini menjadi momen penting untuk membahas peluang kerja sama strategis dalam pengembangan kewirausahaan mahasiswa, khususnya di wilayah Banyuwangi.
Ketua DPC GMNI Banyuwangi, Rino Bachtiar, menyampaikan bahwa GMNI sebagai organisasi kader dan perjuangan memiliki komitmen kuat dalam membentuk karakter kader yang tidak hanya ideologis, tetapi juga produktif dan mandiri secara ekonomi. Dalam konteks itu, pengembangan kewirausahaan menjadi salah satu fokus gerakan yang harus dikembangkan, terutama di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi generasi muda saat ini.
“GMNI ingin hadir sebagai jembatan antara potensi generasi muda dan dunia usaha. Kami melihat KADIN sebagai mitra strategis dalam mendorong lahirnya ekosistem wirausaha muda di Banyuwangi. Bukan hanya soal pelatihan, tapi juga akses pasar, pembinaan, dan jejaring,” ujar Rino dalam keterangannya, Kamis (26/6/2025).
Rino menekankan, kunjungan ini merupakan bagian dari upaya DPC GMNI Banyuwangi untuk menjalin hubungan kelembagaan yang produktif dan membuka ruang kolaborasi antara organisasi mahasiswa dan dunia usaha, khususnya dalam pengembangan kewirausahaan yang berorientasi pada ekonomi kerakyatan dan potensi lokal.
Menanggapi hal tersebut, Ketua KADIN Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, menyambut baik langkah DPC GMNI Banyuwangi. Ia menyatakan bahwa kolaborasi antara organisasi mahasiswa dan dunia usaha sangat penting dalam menghadapi tantangan masa depan, termasuk mendorong tumbuhnya pelaku-pelaku ekonomi baru dari kalangan pemuda.
“Kami di KADIN Jawa Timur percaya bahwa pembangunan ekonomi tidak bisa dilepaskan dari peran generasi muda. Ketika mahasiswa sudah mulai berpikir membangun usaha dan membina komunitas ekonomi, di situlah harapan besar tumbuh. KADIN siap bersinergi,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah agenda kerja sama konkret, antara lain pelatihan kewirausahaan untuk mahasiswa dan pemuda, program mentoring bisnis oleh pelaku usaha di bawah naungan KADIN, pendampingan UMKM pemula, serta eksplorasi pembentukan inkubator bisnis kader GMNI di Banyuwangi. Seluruh agenda tersebut diharapkan akan dirumuskan dalam bentuk nota kesepahaman (MoU) sebagai dasar pelaksanaan program bersama.












