Monwnews.com, Hari Selasa, 14 Juli 2026, pukul 22.49.37 WIB wilayah Mindanao, Filipina diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,2 pada kedalaman 35 km.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 5.26° LU ; 125,18° BT, atau tepatnya berlokasi di laut 198 km Barat Laut Tahuna, Kep. Sangihe, Sulawesi Utara. Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.
Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas:
1. IV MMI (Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi.) di Kepulauan Marore, Kepulauan Sangihe
2. III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.) di Kendahe, Kepulauan Sangihe; Miangas, Kepulauan Talaud
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser-naik (oblique-thrust).
Hingga pukul 23.10.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu aktivitas gempabumi susulan (aftershock).












