DPR Minta Bulog Segera Dievaluasi Karena Kinerja Tak Sesuai Arahan Presiden Prabowo

Sonny T Danaparamita, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan

Monwnews.com, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Sonny T Danaparamita mendesak agar peran dan fungsi Bulog segera dievaluasi karena kinerja Bulog yang dinilai tak sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

https://www.instagram.com/kayoone.bumi/
https://www.instagram.com/kayoone.bumi/

Pasalnya, masih banyaknya gabah hasil panen raya petani yang diserap di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebagai harga acuan bersama, yaitu Rp6.500 per kilogram.

“Saya kira Bulog harus segera menyelesaikan permasalahan ini. Jika pada masa panen hingga puncak panen raya nanti harga gabah masih tidak sesuai dengan keinginan Presiden Prabowo yang telah menaikkan HPP maka menurut saya ini menunjukkan ketidakmampuan Bulog,” ujar Sonny dalam keterangan yang diterima, Sabtu (25/1/2025).

Sonny mengaku heran mengapa Bulog tidak menyerap gabah sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto.

Padahal, penyerapan hasil panen raya dengan harga HPP terbaru adalah kebijakan yang sangat tepat dalam mendukung kesejahteraan petani Indonesia.

“Hal ini sejalan dengan cita-cita para pendiri bangsa dalam mewujudkan kedaulatan pangan sehingga saya memberikan apresiasi dan mendukung penuh kebijakan Presiden Prabowo terkait gabah hasil panen rakyat yang harus diserap secara penuh,” tegasnya.

Sonny mengatakan, lembaga seperti Bulog yang memiliki tugas pokok dan fungsi menyerap gabah, seharusnya tidak boleh cengeng dan banyak alasan. Sebab sesuai arahan Presiden, program swasembada harus dikerjakan bersama agar terwujud dalam waktu cepat dan singkat.

“Dengan orkestrasi yang baik, saya meyakini keinginan Presiden dan kita semua untuk segera berada dalam titik swasembada pangan akan terwujud. Sekali lagi kami mendukung penuh upaya ini. Saya juga setuju dengan pernyataan Presiden yang mengingatkan pembantunya untuk tidak cengeng dan mudah pesimistis dalam menjalankan tugasnya,” ucap Sonny.

Sonny menambahkan bahwa informasi penurunan gabah muncul dan disuarakan oleh kelompok tani. Untuk itu, sesuai aspirasi petani, harga gabah harus kembali menguat sesuai keputusan dan acuan bersama yaitu Rp6.500 per kilogram.

“Sebagai wakil rakyat, tentu saya mengapresiasi keputusan pemerintah yang telah melakukan penyesuaian harga pembelian gabah oleh pemerintah dari Rp.6000 per kilogram menjadi Rp6.500 per kilogram. Namun saya heran, meskipun Presiden telah tegas memberikan instruksinya kok masih ada harga gabah petani yang dibeli di bawah HPP,” pungkas Sonny. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *