Diusulkan Skema Insentif Demi Jaga Kelestarian Cagar Budaya

Monwnews.com, Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mengusulkan adanya pemberian insentif bagi masyarakat yang berupaya menjaga dan melestarikan koleksi maupun situs bersejarah. Pasalnya, berbagai aset budaya yang memiliki nilai sejarah penting kerap terancam hilang lantaran pemilik atau ahli waris menghadapi beban ekonomi yang tidak ringan untuk merawatnya.

https://www.instagram.com/p/DS1J4jRErJk/?img_index=1
https://www.instagram.com/p/DS1J4jRErJk/?img_index=1

Usulan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDP/RDPU) Panja terkait perlindungan dan Pemanfaatan Cagar Budaya di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026). Ia pun menilai perlindungan terhadap warisan budaya tidak cukup hanya melalui regulasi, tetapi juga memerlukan dukungan nyata berupa kebijakan yang mendorong masyarakat untuk tetap mempertahankan aset budaya yang mereka miliki.

“Hal ini dapat menjadi salah satu bahan pembahasan panja. Jika pemilik aset budaya memperoleh keringanan, mereka tidak akan serta-merta menjual atau menghancurkan aset yang dimiliki hanya karena terbebani kewajiban pajak,” jelas Lestari.

Apalagi, menurutnya, kondisi tersebut dapat dilihat dari semakin berkurangnya bangunan bersejarah yang masih bertahan di berbagai daerah. Banyak bangunan tua yang memiliki nilai sejarah akhirnya berubah fungsi atau bahkan hilang karena pemiliknya tidak mampu menanggung biaya pemeliharaan dan kewajiban perpajakan.

Legislator dari Fraksi Partai NasDem ini pun mencontohkan sejumlah rumah peninggalan era kolonial di Purwokerto yang kondisinya terus mengalami kerusakan. Padahal, paparnya, bangunan-bangunan tersebut merupakan bagian dari jejak sejarah yang seharusnya dapat dipertahankan dan dimanfaatkan sebagai aset budaya.

“Saya sedih sekali, saya dibesarkan di kota Purwokerto. Itu dulu banyak sekali rumah-rumah Belanda yang bagus-bagus. Sekarang kalau pulang makin hancur Kenapa? Ahli warisnya dia bilang sudah tidak kuat bayar pajak, tidak kuat bayar PBB,” ungkapnya.

Selain insentif bagi pelestarian aset budaya, Lestari juga menilai penguatan pendidikan kebudayaan perlu menjadi perhatian. Ia berpandangan bahwa pemahaman terhadap budaya dan kearifan lokal harus dikenalkan sejak dini melalui sistem pendidikan agar generasi muda tidak kehilangan kedekatan dengan akar budayanya.

“Saya yakin sekali banyak anak-anak di daerah yang saat ini bahkan sama sekali tidak memahami kearifan-kearifan lokal karena secara formal sendiri juga tidak dikenalkan lagi di sekolah. Bagaimana ini bisa menjadi salah satu rekomendasi kita juga untuk kembali dipikirkan,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *