Monwnews.com – Malang, Dalam acara penyelenggaraan Nusantara Awards 2024,Wakil Ketua MPR.RI dan Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Ideologi,Ahmad Basarah pada sambutan singkatnya memberikan apresiasi sekaligus menyampaikan pujiannya dihadapan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM)Yasonna H Laoly
Apresiasi dan pujian politisi yang akrab dengan panggilan Sam BAS itu diutarakan pada acara penyelenggaraan Nusantara Awards 2024,yang digelar di Hotel Raffles,Jakarta Selatan pada Hari Kamis tanggal 09 Mei 2024,yang telah beredar dan viral melalui rekaman vidio di chanel youtobe
“Saya apresiasi penyelenggaraan Nusantara Awards kali ini Pak Menteri (Yosanna H Loaly).Karena saya lihat level penyelenggaraannya sudah sekelas Grammy Awards.” Kata Basarah
Wakil Ketua MPR RI itu menilai,bahwa acara Nusantara sangat prestisius dan memang sudah seharusnya dilakukan untuk menghormati budaya luhur bangsa Indonesia

Terlebih saat ini,ditengah generasi muda yang mulai terasa berkurang minatnya pada budaya Nusantara
“Saya kira tindakan atau kegiatan untuk mempertahankan budaya asli bangsa Indonesia wajib dan harus dilakukan dengan pola dan cara yang prestisius dan elegan.Hal itu untuk menggairahkan dan memotivasi para generasi muda agar lebih dominan mencintai budaya bangsa.”Tegas Ahmad Basarah
Dalam acara tersebut,nampak hadir Ketua Dewan Pembina MNI sekaligus Menkum HAM ,Yasonna Laoly yang juga turut menyerahkan penghargaan kepada penerima.Hadir pula Komisaris Utama MNI,Faigizidihu Ndruru
Acara Nusantara Awards 2024 yang digelar oleh MNI merupakan bukti nyata bahwa MNI komitmen dalam melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya bangsa Indonesia.
Diharapkan dengan penghargaan tersebut,bukan saja sebuah simbol dan hanya ajang memberi penghargaan.Namun agar menjadi lebih menginspirasi pihak pihak untuk berperan aktif pada pelestarian Budaya Nusantara
Terakhir pada sambutannya,Dr.Ahmad Basarah.SH,MH menyampaikan “Bahwa keberhasilan penyelenggaraan Nusantara Awards 2024 ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat identitas budaya ditengah arus globalisasi yang makin lebih modern.”
(galih)













