Monwnews.com, Tidak bisa dipungkiri sejak jaman dulu etnis Tionghoa adalah jago dalam hal berdagang dibidang mengelola uang, memutar uang supaya berkembang (Dan itu terbukti sampe sekarang) tho.
Maka guna membuat ekonomi tumbuh maka si Baba diserahin dana (non budgeter) dan dibentuklah konglomerasi.
Oleh karena dibutuhkan penyerapan anggaran secara cepat dan terpercaya.
Memang akhirnya tumbuh cepat penguasaan seluruh nafas keekonomian oleh konglomerasi.
Si Ali adalah yang bagian pelaksana dilapangan dikarenakan kultur manusia nusantara rata rata memang pekerja.
Baik pekerja kasar ataupun pekerja kantoran (amtenaar klerk dll).
Sehingga tercipta model ekonomi Ali Baba yang ditengahnya adalah Perbankan sebagai penyangganya.
Sangat wajar posisi tawar wong Nusantara hingga sekarang hanya pelaksana/pekerja sahaja tho.
Sampai kapankah dan hanya puas sebagai pelaksana/pekerja sajakah, padahal seluruh Rakyat Cerdas Tawaqal
Sabar Menungu terwujud nyata-nyata sesuai cita luhur kemerdekaan dimana dijanjikan keadilan kemakmuran bagi seluruh Rakyatnya tersebut, karena sudah 80 tahun merdekanya ?












