Surabaya – Presiden mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (Uinsa) menyatakan menolak keras penyelenggaraan tentang rencana perkumpulan aktivis LGBT di Jakarta yang diorganisir oleh ASEAN SOGIE pada 17-21 2023 dengan Arus Pelangi dan Forum Asia.
“Sehubungan informasi yang kami dapati melalui laman ASEAN SOGIE, bahwa akan menggelar acara perkumpulan aktivis LGBT, saya secara penuh menolak kegiatan apapun yang bernuansa LGBT, Jangan sampai dilegalkan. Karena ini bertentangan dengan norma agama dan pancasila. Tolak!,” Ujar Adim.
Presma UINSA Abdul Adim menyatakan secara terbuka dan tegas menolak rencana tersebut. Dia menjelaskan, aktivitas kelompok LGBT atau semacamnya adalah melanggar hak dan martabat kemanusiaan yang sangat asasi, yaitu hak atas kelestarian manusia dan peradaban kemanusiaan itu sendiri.
Dia juga menambahkan, bahwa segala aktivitas, baik individual maupun kolektif, sporadis maupun terorganisir yang bertentangan dengan perbuatan yang melanggar hukum secara moral dan ideologis telah diatur dalam UUD. Maka harus ditolak secara tegas atas dasar pertimbangan yang ada, karena dampak yang diberikan kepada masyarakat sekitar.
“Atas rencana akan diselenggarakannya aktivitas ASEAN QUEER ADVOCACY WEEK oleh ASEAN SOGIE Caucus bekerjasama dengan Arus Pelangi dan FORUM ASIA di Jakarta, kami menolak kegiatan tersebut” Tegas Adim yang juga Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora.
Selain dari pada itu, dia juga meminta kepada aparat dan pemerintah untuk mengusut tuntas akan kegiatan tersebut, yang mana dengan hal ini untuk melarang untuk terselenggara di bumi pertiwi ini.
“Kami juga meminta kepada pemerintah setempat atau aparat yang memiliki kewenangan, untuk melarang acara tersebut” Imbuh Adim.












