Monwnews.com, Malang – Di tengah tantangan ekonomi global yang kian dinamis, Koperasi Konsumen Setia Budi Wanita (Kopmen SBW) Malang terus memperkokoh fondasi organisasinya melalui investasi sumber daya manusia. Bertempat di Aula Kendedes, Gedung Graha Pradjna Paramita, Kopmen SBW secara resmi membuka rangkaian Pendidikan Kader Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Angkatan VIII Tahun 2026, Selasa (14/4).
Kegiatan yang telah menjadi tradisi sejak tahun 2008 ini dibuka langsung oleh Ketua Umum Kopmen SBW Malang, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP. Program ini dirancang khusus untuk menjaring anggota terbaik yang telah lulus pendidikan kader dasar guna dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan koperasi.

Dalam paparannya, Sri Untari menegaskan bahwa Diklat Kader PPL bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan sebuah strategi besar untuk melahirkan stock talent (talenta cadangan) yang kompeten.
”Kami tidak hanya mencari pengelola, tetapi mencari talenta yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan unik Kopmen SBW. Mereka adalah penjaga gawang nilai-nilai koperasi di masa depan,” ujar Sri Untari di hadapan para peserta.
Menariknya, materi yang diberikan tidak hanya berkutat pada urusan teknis manajerial. Sri Untari memberikan “pendadaran” ideologi yang mendalam, meliputi:
• Ideologi Pancasila: Menanamkan Pancasila sebagai filosofi pemersatu dan pandangan hidup dalam berbangsa, bernegara, termasuk dalam berkoperasi.
• Jatidiri Koperasi: Membedah definisi, nilai, dan prinsip koperasi yang berlaku secara universal.
• Sistem Tanggung Renteng: Inilah ruh dari Kopmen SBW. Sri Untari memaparkan filosofi ini sebagai dua sisi mata uang yang harus seimbang. Beliau juga mengingatkan kembali mengenai Trifungsi Anggota: sebagai Pemilik, Pengguna, Serta Pemeran.
Setelah pembekalan ideologis, para kader akan memasuki fase teknis yang dipandu oleh Kepala Learning Center Kopmen SBW, Deddy Satya Dewanto, S.Sos., MM. Program pengkaderan ini akan berlangsung intensif hingga akhir tahun dengan Frekuensi Pertemuan rutin dua kali dalam sebulan. menggunakan metode kombinasi antara teori di kelas dan magang lapangan pada pertemuan kelompok anggota. dengan target akhir Lulusan yang siap diterjunkan sebagai motor penggerak ekonomi di tingkat akar rumput pada Desember 2026.
Langkah konsisten Kopmen SBW dalam menyelenggarakan Diklat PPL ini membuktikan bahwa keberhasilan koperasi tidak hanya diukur dari angka aset, tetapi dari sejauh mana nilai-nilai gotong royong dan tanggung renteng mampu diregenerasikan kepada generasi berikutnya. (Galih)












