Daerah  

Viral Suami Aniaya Istri Selama 20 Tahun, DP3APPKB Dinilai Kurang Serius Tangani Kekerasan terhadap Perempuan

Surabaya – Komunitas Pemuda Doyan Ngopi di Surabaya menilai Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlidungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3APPKB) Kota Surabaya kurang serius tangani kekerasan perempuan dan anak di surabaya.

Hal ini dipicu oleh kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang viral baru-baru ini. Di mana seorang istri mengalami kekerasan selama lebih dari dua puluh tahu atau dua decade sebelum akhirnya ditangani secara serius.

“DP3APPKB ini kurang serius tangani kekerasan perempuan dan anak di Surabaya, dua puluh tahun KDRT itu baru ditangani, mirisnya KDRT itu terjadi di depan anak. artinya DP3APPKB masih lemah dalam pendeteksi sejak dini dan pencegahan permasalahan KDRT,” ujar Ketua Pemuda Doyan Ngopi Irfan Basier, Senin (23/6/2025).

Menurut Irfan, DP3APPKB harus serius dalam memperkuat pencegahan dan deteksi sejak dini, DP3APPKB harus bergotong-royong serta melibatkan peran aktif Masyarakat sebagai bentuk kontrol sosial dalam upaya mendektesi, mencegah dan menindak kekerasan dalam rumah tangga.

“Jujur perihatin sekali, tidak bisa didiamkan pelaku kekerasan terutama KDRT. Warga Surabaya tidak boleh menderita karena kekerasan di dalam rumahnya sendiri. DP3APPKB seharusnya turun ke Masyarakat dan bekerja-sama organisasi Masyarakat, organisasi kepemudaan serta melakukan riset, agar mampu mendeteksi sejak dini serta mampu memetakan masalah dan mengevaluasi sistem atau kebijakan itu hingga ke-akarnya. Tentunya, Untuk Surabaya lebih aman dan nyaman,” tegasnya.

Kepedulian pemuda doyan ngopi ini perlu menjadi perhatian DP3APPKB, sebab kepedulian pemuda ini datang berdasarkan kesadaran koletif untuk mengajak DP3APPKB tidak lengah dan lebih serius ditengah tanggung jawab besar yang diemban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *