Monwnews.com, Jakarta – Bulan Puasa Ramadan 1445 H/ 2024 segera berakhir dan akan mencapai puncaknya di Hari Kemenangan bagi umat Muslim setelah menjalankan ibadah puasa sebulan penuh setiap hari dari Subuh sampai Maghrib.
Hari Kemenangan umat Muslim itu disebut Hari Raya Idul Fitri, yaitu hari dimana kita kembali pada yang suci. Yaitu sebagai bentuk rasa syukur kepada ALLAH SWT atas kemenangan besar yang kita peroleh setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Idul Fitri adalah Hari Kemenangan sebagaimana makna tersebut termuat didalam Al Qur’an Surat ar-Rum ayat 30 ALLAH Berfirman:
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِى فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Artinya: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama ALLAH; (tetaplah atas) fitrah ALLAH yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah ALLAH. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (QS ar-Rum:30).
Juga telah disampaikan dalam Sabda Rasulullah SAW, yaitu:
“ALLAH telah memberi ganti bagi kalian dua hari yang jauh lebih baik, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha”(HR. Ab Daud dan An-Nasa’i).
Dari Al-Qur’an dan Hadist tersebut diatas menjelaskan bahwa Idul Fitri adalah Hari Kemenangan dan merupakan hari yang lebih baik dari hari-hari lainnya.
Hal tersebut diatas diungkapkan oleh H. Agung Nugroho, S.H., M.H., salah satu anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan.
Agung mengatakan bahwa Idul Fitri itu memiliki arti penting bagi setiap umat Islam di dunia. Pada hari tersebut, umat Islam merayakan selesainya puasa Ramadan satu bulan penuh. Untuk Indonesia makna Idul Fitri itu diserap dan disesuaikan dengan budaya yang ada, seperti saling mengunjungi diantara sanak saudara, tetangga dan teman-teman sesama Muslim dengan saling memaafkan.
Menurut Agung, memaafkan adalah bentuk pembalasan yang terbaik, karena pengampunan memberikan pelajaran lebih baik daripada menghukum. Sebagaimana Rasulullah SAW pernah bersabda:
“Maafkanlah, niscaya kamu akan dimaafkan (oleh ALLAH). (HR. At-Thabrani)
“Dengan hadist tersebut diatas artinya dengan memaafkan orang yang bersalah kepada kita, maka ALLAH pun akan mudah memaafkan apabila kita melakukan pertobatan kepada-NYA,” ujar Agung, Jakarta (4/4/2024).
Agung melanjutkan, kalaupun diantara kita tidak bisa saling mengunjungi karena keadaan yang tidak memungkinkan maka ucapan Idul Fitri dan saling memaafkan bisa dilakukan melalui media sosial seperti WA, FB, IG dan sebagainya.
Melalui media ini, Agung berharap dan berdoa “Semoga Ramadan tahun ini kita selalu diberikan petunjuk dan pertolongan dari ALLAH SWT dan kita bisa dipertemukan lagi di bulan Ramadan tahun depan, sehingga kita akan selalu menjadi hamba yang senantiasa bertaqwa kepada ALLAH SWT dan kelak kembali kepada-Nya dalam keadaan husnul khotimah… Aamiin Aamiin Ya Robbal Alamin”.
“Selamat Hari Raya Idul Fitri, Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin,” ucap Agung dengan tulus. (dis)












