Ahmad Basarah: Jangan Lupakan JASMERAH, Sebagai Landasan Perjuangan Demokrasi

Dr. Ahmad Basarah, S.H., M.H. saat memberikan materi Wawasan Kebangsaan di kantor DPC PDI-Perjuangan Kota Malang, Sabtu (02/12/2023)

Monwnews.com, Malang – “Ingatlah JASMERAH, jangan sekali -kali meninggalkan sejarah, bila kita melupakannya, kita akan tergelincir dimasa mendatang.”

Hal tersebut diatas, disampaikan oleh Ahmad Basarah, sesuai dengan amanat Ketua Umum Megawati Soekarno Putri dalam acara konsolidasi partai yang berlangsung di kantor DPC PDI-Perjuangan Kota Malang, Sabtu (02/12/2023).

Acara konsolidasi yang dihadiri oleh jajaran struktural tingkatan PAC dan Ranting PDI-Perjuangan tersebut. Ahmad Basarah memberikan materi wawasan kebangsaan dengan tema ‘JASMERAH’. Sekaligus memotivasi dan pemantapan pemenangan Ganjar-Mahfud Capres-Cawapres pada pemilu 2024 yang akan dilaksanakan pencoblosannya tanggal 14 Pebruari 2024. Hadir pula di lokasi, struktural DPC, Ahmad Zakaria, Eko Hardiyanto dan Zainudin, serta Caleg DPD Provinsi Jatim Dapil 6 Malang Raya, Saifudin Zuhri.

Disampaikan oleh Ahmad Basarah, bahwa keputusan Ketua Umum PDI-Perjuangan, Megawati Soekarno Putri menetapkan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD sebagai Capres dan Cawapres dinilai sangat memberikam etika politik kebangsaan yang sangat berharga.

“Artinya, dengan sikap Ketum Ibu Megawati tersebut menunjukan jika Ketum Partai politik tidak harus lantas menjadi Calon Presiden, dan itulah sikap negarawan,” ujar politisi dengan gelar nama lengkap Dr. Ahmad Basarah, S.H., M.H. selaku Ketua DPP PDI-Perjuangan dan Wakil Ketua MPR-RI yang saat ini, Ahmad Basarah kembali maju menjadi Caleg DPR.RI Dapil V Malang Raya dengan Nomor Urut 1.

Flasback, Ahmad Basarah mengajak untuk menengok sejarah kebelakang, guna pembuktian kebenaran sejarah yang menjadi pakem politik Megawati Soekarno Putri terhadap perjalanan bangsa Indonesia, sesuai harapan sang proklamator Bung Karno sebagai pendiri bangsa.

Diceritakan oleh Ahmad Basarah, ketika era reformasi.Megawati pernah menjadi Wakil Presiden saat jaman Gus Dur (Abdurahman Wahid), pasangan Religius-Nasionalis.

Dan kembali dalam dwi tunggal pasangan Nasionalis-Relegius saat Megawati menjadi Presiden RI ke 5, bersama Hamzah Haz tokoh ulama dari NU.

Kemudian, ketika Jokowi didukung PDI-Perjuangan dan dijadikan Megawati sebagai Capres dan wakilnya juga dari tokoh Islam Jusuf Kala. Pasangan Presiden dan Wakil Presiden, Joko Widodo-Jusuf Kala periode 2014-2019.

Berlanjut pada prosesi di pemilu 2019. Kembali Jokowi berpasangan dengan tokoh ulama NU, yakni Kyai Ma’ruf Amin.

Dalam sejarah tokoh islam dan Nasionalis, pria yang akrab dipanggil Sam BAS oleh kalangan pers Malang Raya itu, dia mengibaratkan, bahwa antara nasionalis dan agama sebagai REL kereta api dengan bantalannya yang kuat.

Jika rel kereta api itu seperti Nasionalis dan Islam, maka keduanya beriringan sejalan. Maka kereta NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) tetap akan melaju dijalur REL KEBANGSAAN guna mencapai tujuan.

“Jikalau antara Nasionalis dan Islam dipisah, maka yang terancam adalah keutuhan NKRI.Oleh karenanya JASMERAH adalah bagian dari landasan perjuangan demokrasi,” tegas Ahmad Basarah.

“Oleh karenanya, sudah menjadi pakem dari Ketum Ibu Megawati Soekarno Putri, ketika beliau mencarikan calon wakil presiden untuk berpasangan dengan calon presiden, Mas Ganjar Pranowo. Lagi-lagi dipilihnya dari tokoh islam Nahdatul Ulama(NU), yaitu Prof. Dr. Mahfud. MD. Tokoh Nasional dari Jawa Timur asal Madura yang telah memiliki reputasi internasional, dengan segudang pengalaman dibirokrasi,” terang politisi Nasionalis yang humanis itu.

“Mahfud MD menjadi abdi negara yang tidak diragukan pengalamannya menjabat di lembaga Trias Politika, yakni di Legeslatif, Eksekutif dan Yudikatif. Bahkan pernah menjadi menteri pertahanan di era presiden Gus Dur, dan saat ini masih menjabat sebagai Menkopolhukam dimasa presiden Jokowi,” jelas Sam BAS.

“Berdasarkan rekam jejak Calon Presiden Ganjar Pranowo dan Mahfud.MD itulah, maka Ketum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarno Putri menunjuknya dan mempersembahkan sebuah realitas kepemimpinan nasional untuk rakyat, negara dan bangsa, agar Rel kebangsaan NKRI tetap pada jalurnya. Diperkuat dengan JASMERAH sabagai sebuah landasan perjuangan demokrasi,” ujar Ahmad Basarah berapi-api, dan disambut aplous oleh audiens dengan pekik ‘Merdekaaa…!’
(galih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *