Banyuwangi – Dukungan untuk capres-cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud MD terus mengalir. Kini ratusan anak muda dari Gen Z dan Millenial Banyuwangi hadir serta menyatukan semangat untuk mendukung paslon nomor 3 itu di Pilpres 2024.
Dengan tajuk “Gesah Bareng Tim Pemenangan Muda Ganjar Mahfud” yang bertempat di Singonsing Cafe Banyuwangi, Tim Pemenangan Muda (TPM) Banyuwangi menghadirkan beberapa tokoh. Diantaranya Sunandiantoro (Ketua Ganjar Law and Development Center), Dzulfikar Rizky (Ketua TMP Banyuwangi), Agil Wahyu Ramadhan (Ketua Tim Pemenangan Muda Jatim), Jubir TPN Ganjar Mahfud, Gus Guntur Romli, hingga Juru Kampanye Nasional berusia muda Ganjar Mahfud Aryo Seno Bagaskoro.
Sambutan serta tepuk meriah terus mengiring selama acara berlangsung. Orasi-orasi setiap narasumber terus membakar semangat seluruh peserta acara.
Gus Guntur Romli dalam orasinya mengatakan pentingnya anak muda untuk terus kritis dalam memilih paslon saat Pilpres 2024. Dia mengajak untuk memilih paslon yang tidak memiliki track record kekerasan.
“Anak muda harus menjadi kritis, seperti contoh kritis ketika memilih pasangan, pasti tidak mau memilih dengan yang suka dengan kekerasan, begitu pula dalam memilih pemimpin,” tegasnya
“Pilih pemimpin yang bersih rekam jejaknya, yang sangat anti kepada yang namanya kekerasan,” lanjutnya.
Aryo Seno Bagaskoro, yang hadir secara online, menyuarakan bahwa pemuda harus bersatu padu dalam menjaga kedaulatan serta mengawal keberlanjutan kepemimpinan bangsa.
“Bung Karno ketika memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia menyatukan seluruh gelora semangat dan melibatkan elemen kepemudaan dalam proses itu, maka sekarang mari satukan seluruh pemuda menjadi satu kekuatan penuh yang terus membara untuk memenangkan Ganjar-Mahfud sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2024-2029,” katanya.
Sebagai penutup, Ketua Tim Pemenangan Banyuwangi Vinna Nurya Aliza menyatakan pentingnya anak muda agar peduli dengan keberlanjutan kepemimpinan di Indonesia.
“Berkumpulnya Gen Z dan Millenial Banyuwangi pada hari ini menunjukkan betapa besarnya kepedulian anak-anak muda kepada keberlanjutan kepemimpinan bangsa Indonesia agar jangan sampai jatuh pada pemimpin yang salah,” ujarnya.













