Aktivis Cipayung Dikeroyok Belasan Mahasiswa Saat Penyambutan Mahasiswa Baru UB

Surabaya – Aktivis dari Cipayung Universitas Brawijaya (UB) Malang dikeroyok oleh belasan mahasiswa lainnya yang diduga merupakan mahasiswa dari Fakultas Teknik UB. Peristiwa ini terjadi selama acara penyambutan mahasiswa baru UB oleh Aktivis Kelompok Cipayung, di pintu gerbang Veteran, Kota Malang, pada Rabu (16/8/2023).

Tito Sianturi, yang menjadi korban, mengatakan bahwa dia diserang oleh lebih dari 15 orang dan mengalami perlakuan kasar, termasuk penjepitan leher, sampai beberapa orang dari kelompok Aktivis Cipayung berusaha meredakan situasi.
“Saya dikeroyok lebih dari 15 orang, leher saya dipiting dan saya hanya sendiri sampai beberapa orang dilerai oleh Mahasiswa Cipayung juga,” ucap Tito Sianturi kepada awak media.

Insiden ini dipicu oleh seorang provokator yang menuduh Tito Sianturi telah menarik lengan seorang mahasiswa dari Fakultas Teknik UB. Namun, Tito membantah tuduhan ini dan merasa bahwa dia dituduh secara tidak adil, yang kemudian menyebabkan serangan terhadapnya.

“Tidak ada bukti bahwa saya menarik mahasiswa itu, tapi dengan semena-mena mereka menuduh saya, menarik, kemudian mengeroyok saya,” aku Ketua Purnabakti GMKI Komisariat Jeremiah itu.

Meskipun dia merasa geram oleh insiden ini, Tito menyatakan bahwa dia tetap bersikap tenang. Dia berharap agar insiden semacam ini tidak terulang, karena hal ini tidak hanya mempengaruhi citra organisasi GMKI, tetapi juga citra organisasi lain yang tergabung dalam Cipayung.

Sandria Sinaga, seorang saksi kejadian, mengungkapkan bahwa tuduhan terhadap Tito Sianturi digunakan untuk memprovokasi mahasiswa dari Teknik. Namun, kelompok ini tampaknya tidak menyadari bahwa provokasi berasal dari rekannya sendiri.

“Mereka (Mahasiswa Teknik) tidak sadar bahwa mereka di provokasi oleh rekannya sendiri,” ungkap sandria.

Tidak hanya Tito yang menjadi korban, seorang anggota PMII juga mengalami serangan oleh mahasiswa dari Teknik UB. Selain itu, kelompok HMI juga mengalami penghinaan dengan penyalahgunaan bendera yang dilakukan oleh mahasiswa Teknik.

Giovanno Barus, seorang aktivis GMKI, menjelaskan bahwa tujuan acara penyambutan mahasiswa baru adalah untuk mengenalkan elemen-elemen kehidupan mahasiswa kepada mereka. Namun, kekacauan terjadi karena adanya perbedaan pandangan antara kelompok mahasiswa dengan Cipayung, sehingga esensi dari acara tersebut menjadi kabur.

Giovanno mengecam tindakan represif ini dan berpendapat bahwa mahasiswa baru seharusnya digunakan sebagai kesempatan untuk membangun reputasi yang baik. Dia merasa kecewa dengan perilaku mahasiswa Teknik UB, yang tidak mencerminkan intelektualitas dan tanggung jawab mereka untuk membawa perubahan positif bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *