MonWnews.com, Malang – Hasil Cek and Ricek terkait sempat beredarnya Surat Edaran untuk jajaran OPD yang ditandatangani Sekda beberapa hari lalu di grup WhatsAp, Wali Kota Malang Sutiaji memastikan bahwa tidak akan ada acara perjalanan ASN Pemkot ke Batam.
Dalam lampiran undangan yang ditembuskan secara langsung kepada Wali Kota Malang Sutiaji sebagai laporan, tertulis 41 peserta yang terdiri dari seluruh staf ahli Wali Kota, asisten, inspektur daerah, seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Sekwan, dan seluruh kepala bagian, serta 5 camat se-Kota Malang.
Kepastian Wali Kota Malang terkait cek end ricek adanya hal tersebut diatas memang perlu diketahui oleh publik. Karena telah menjadi polemik publik, bahkan beberapa pemerhati kebijakan pemerintah daerah menganggap itu kebijakan ala ludrukan saja.
Sebab jarak pilihan tempat untuk agenda sosialisasi revolusi mental ASN terlalu jauh, ditempuh pesawat dengan ongkos dibebankan ke peserta. Bahkan publik menduga dan bertanya apa ada, dan ada apa ?, karena posisi Batam yang tidak jauh dari negeri Singapura.
Usai meresmikan salah satu klinik di wilayah Mulyorejo, Wali Kota Malang Sutiaji sebelum masuk mobil dinas dan bergeser ketempat lain, penulis menanyakan tentang cek end ricek terkait beredarnya Surat Edaran resmi itu, Senin (04/09/2023).
“Saya pastikan itu tidak akan terjadi dan tidak akan dilakukan oleh ASN,” jawab Wali Kota Malang.
Ditanya Batam menjadi tujuan untuk sosialisasi revolusi mental bagi rombongan OPD, dengan lugas dijawab Wali Kota Malang. “Ndak…ndak mas, ndak akan itu !!” tegas Wali Kota Malang dengan melanjutkan pada agenda kegiatan lainnya. (galih)












