Daerah  

Tren Modis Uniform Ala Kolonial di HUT ke – 112 Kota Malang

Oleh: Galih Herry (Ketua Forum Malang Jurnalis Ma-Ju)

Monwnews.com, Pengaruh uniform mirip kolonial pada sikap pemakai dapat bervariasi tergantung pada konteks dan individu. Namun, secara umum, uniform mirip kolonial dapat memiliki beberapa pengaruh pada sikap pemakai, seperti:

– Menimbulkan rasa percaya diri dan kekuatan
– Meningkatkan rasa disiplin dan tanggung jawab
– Membuat pemakai merasa lebih profesional dan berwibawa
– Dapat menimbulkan kesan otoriter atau bahkan agresif
– Dapat mempengaruhi persepsi orang lain terhadap pemakai

Namun, perlu diingat bahwa uniform mirip kolonial juga dapat memiliki konotasi negatif, seperti:

– Mengingatkan pada masa kolonial yang penuh dengan penindasan dan ketidakadilan
– Dapat dianggap sebagai simbol otoritas yang berlebihan
– Dapat menimbulkan reaksi negatif dari orang lain yang memiliki pengalaman traumatis dengan kolonialisme

Jadi, pengaruh uniform mirip kolonial pada sikap pemakai sangat tergantung pada konteks dan individu.

Pemakaian uniform (seragam) ala kolonial pada masa penjajahan Belanda di Indonesia memiliki motivasi utama yang berkaitan dengan hierarki sosial, kontrol pemerintah, dan simbol status.

Pakaian pada era kolonial bukan sekadar pelindung tubuh, melainkan penanda kelas sosial dan identitas budaya.

Salah satu motivasi utama pemakaian uniform ala kolonial sebagai penanda
Status Sosial dan Hierarki.

Pakaian gaya Eropa/kolonial jurtru terkesan sebagai penanda status sosial yang tinggi bagi masyarakat pribumi yang memakainya.

Hal ini mencerminkan perbedaan kelas yang tegas antara orang Eropa, Timur Asing (Cina), dan pribumi.

Keinginan Diperlakukan Lebih Baik. Orang Jawa atau pribumi sering kali mengenakan pakaian Eropa agar diperlakukan lebih baik oleh orang Belanda dan menghindari cemoohan.

Kontrol Pemerintah Kolonial: Aturan busana digunakan oleh VOC dan pemerintah kolonial untuk mengawasi berbagai etnis, di mana pakaian etnis tertentu (terutama pakaian Eropa) dibatasi dan hanya diizinkan untuk golongan tertentu, seperti bangsawan pribumi yang dekat dengan Belanda.

Identitas Budaya dan Politik: Pemakaian seragam ala kolonial dapat menjadi bentuk penyesuaian atau afiliasi politik terhadap budaya Barat yang pernah berkuasa saat itu.

Erranya demokrasi/Bukan Kolonial ,maka birokrasi dan jabatan politik adalah hanya penyelenggara negara, seperti analogi yang disampaikan Ahok adalah buruh’E Rakyat.
Dikarena diperoleh dari mandat dari Rakyat tersebut.

Malang,1 April 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *