Syukuran Anggota Legislatif Ditandai Tumpeng Sambung Rasa Amanah Rakyat

Pesan Untari ke Puteranya: Pangkat dan Baju Tidak Harus Merubah Kepribadian, Tetaplah jadi Mas Redham Seperti Dulu

Sambutan sebelum prosesi potong tumpeng, Minggu (01/09/2024)

Monwnews.com, Malang – Mengadakan tasyakuran di kediamannya, dua anggota legislatif yang telah resmi di lantik untuk duduk sebagai Anggota Dewan Provinsi Jatim dan Anggota Dewan Kabupaten Malang, yakni Dr. Sri Untari Bisowarno dan Redham Guruh Krismantha, Minggu (01/09/2024).

Acara tersebut dihadiri oleh para tamu dengan tiga gelombang undangan. Pagi hingga siang, gelombang pertama hadir para tamu undangan dari anggota dan karyawan Koperasi SBW (Setia Budi Wanita) sekitar lima ratusan orang.

Disusul undangan gelombang ke dua, siang hingga sore, kehadiran dari jajaran kader PDI Perjuangan PAC Malang Raya, 33 PAC wilayah Kabupaten Malang, 5 PAC dari Kota Malang dan 3 PAC dari Kota Batu, hingga lanjut pada gelombang ke tiga, yakni para tetangga sekitar kediaman sohibul hajad, dari sore hingga malam.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, serta pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Ahmad Wanedi, juga nampak di lokasi kehadiran Ketua PAC Sukun, Didik S Wahyudi, Ketua PAC Klojen, Soni Rudiwiyanto dan lain -lainnya.

Sementara itu Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, I Made Riandiana Kartika tidak bisa hadir, dikarenakan ada agenda kegiatan lain.

Diatas panggung, Sri Untari dan Redham sebelum sesi pemotongan tumpeng, dalam sambutannya, mereka berdua mengucapkan terimakasih kepada elektoral (masyarakat pemilih) untuk Dapil Malang Raya, maupun Dapil 6 untuk Kabupaten Malang (Lawang, Singosari dan Pakis).

“Ini merupakan Syukuran Rakyat, dengan suasana kerakyatan, baik sisi hiburan maupun sajian makanannya. Dan terimakasih, kami berdua telah dilantik resmi jadi anggota legislatif, untuk Provinsi Jatim dan Kabupaten Malang,” ungkap Sri Untari.

“Kami akan terus menerus bekerja tanpa henti untuk warga Malang Raya, Insya Allah mohon doanya terus supaya kita tetap mengawal aspirasi rakyat dengan tetap berjuang di garis perjuangan partai,” lanjutnya.

“Dan kehadiran Mas Redham Guruh, sebagai anggota dewan yang baru harus menjadi pencerah, bahwa generasi muda harus bisa menjadi titipan aspirasi sebagai wakil rakyat di daerah pemilihan, Dapil 6. Pesan saya pada Mas Redham Pangkat dan Baju tidak harus merubah kepribadian. Tetaplah jadi Mas Redham seperti dulu,” tandas Sri Untari berpesan pada putranya dihadapan para undangan.

Sedangkan Redham Guruh, memberikan sambutan singkat, “Terimakasih atas kehadiran para tamu undangan, kami berdua, saya Redham Guruh Krismantha dan Ibu saya, Bu Sri Untari telah dilantik resmi menjadi anggota legislatif, namun saya berharap tetep diingatkan agar saya bekerja tetap dijalur tugas kedewanan mengawal aspirasi rakyat dengan benar, jika ada salah dan kekeliruan, mohon kami diingatkan,” ungkap Redham.

Dan sambutan terakhir sebelum dilakukan sesi potong tumpeng, disampaikan oleh Romo Tosan Bisowarno, “Tumpeng ini adalah simbol kerakyatan, bahwa selain wujud rasa bersyukur tentang nilai-nilai kehidupan, juga simbol kepercayaan rakyat atau titipan amanah kepada Bu Sri Untari sebagai Legislatif Provinsi Jatim dan Mas Redham sebagai Legeslatif Kabupaten Malang,” ujar Romo Tosan.

Dipaparkan oleh Romo Tosan, bahwa manusia itu wajib bersyukur, kalau manusia itu lupa akan syukurnya, sebetulnya sudah kehilangan nilai-nilai. Apapun yang terjadi sudah menjadi permasalahan kondisi kita, semua itu bagian dari tulisan kehidupan.

Orang hidup itu lahir tidak meminta tapi dilahirkan, iyalah untuk melaksanakan, ada tugas dan maqom masing-masing.

Masing-masing dengan fungsi dan tugasnya saat ini, baik Bu Untari maupun Mas Redham seperti acara syukuran hari ini, adalah melakukan ucapan rasa syukur, menyatukan Roso, antara Pamong dan Momongan. Keduanya adalah satu kesatuan ngemong rakyat.

Lanjut Romo Tosan, bahwa hari ini acara syukuran setelah dilantik menjadi anggota DPRD. Dan jabatan itu milik rakyat, jadi kalau nanti kedepannya Bu Untari dan Mas Redhan ada hal yang agak keliru mohon warga masyarakat jangan segan – segan untuk mengingatkan, jangan sungkan-sungkan.

Kalau sudah memakai PIN keanggotaan Dewan, namanya berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan negara.

Jadilah jiwa-jiwa tadi seperti Satria Punokawan, ada Mbah Semar, Petruk, Gareng dan Bagong yang bersifat momong, bukan simbol lelucon. Namun Manunggaling roso Pangemong (wakil rakyat).

Hari ini acaranya syukuran adalah inspirasinya dari masyarakat, dari teman-teman yang mendukung, Bapak/ Ibu yang mendukung dan semua lapisan masyarakat.

“Saya selaku Kepala Keluarga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan jenengan semuanya, yang kedua juga saya mengingatkan, bahwa negara selain wilayah tanpa rakyat itu belum bisa dikatakan negara,” ujarnya.

“Oleh sebab itu saya teringat oleh pesan Hamengku Buwono ke IX, beliau waktu itu mengatakan, bahwa Tahta adalah untuk rakyat, jadi sekali lagi kedepannya harus ada sambung Roso ya antara Pemimpin dan yang dipimpin,” tutur Romo Tosan.

“Bapak Ibu sekalian, berdua ini (Bu Untari dan Mas Redham) akan melaksanakan amanah. Ini harus dijaga olah sambung Rosonya antara pimpinan dan masyarakatnya. Di sini ada dua tumpeng, itu adalah simbol, filosofinya ini simbol alam, simbol alam jadi orang yang menerima puncaknya tumpeng, itu sebetulnya secara fisik seseorang yang sudah dianggap pantas untuk menerima amanah menjadi ngewongke dan diwongke. Jadinya menerima pucuk tanggung jawab sebagai penyambung lidah aspirasi, dalam proses membangun kebersamaan, membangun kemakmuran membangun ekonomi dan lain-lain yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat ke depan,” tutur Roma Tosan, yang kemudian dilanjut dengan do’a bersama dipimpin pendoa laki-laki dan wanita, hingga pelaksanaan potong tumpeng. (galih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *