Suarakan Isue Nasional dan Regional Dalam Aksi Demo Mahasiswa di Depan Gedung DPRD Kota Malang

Suasana aksi demo mahasiswa di depan Gedung DPRD Kota Malang, Senin (03/04/2023)

MonWnews.com, Malang – Aksi demo mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Kota Malang, dengan jumlah peserta aksi mahasiswa itu hampir separuh bundaran Tugu. Mereka berkumpul di titik aksi, yakni di depan kantor DPRD kota Malang untuk melakukan orasi, Senin (03/04/2023).

Para Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Suara Rakyat Mendesak tersebut, menyuarakan isue Nasional dan Regional dalam 13 tuntutan aksinya. Mereka menyoroti tentang UU Ciptaker serta hasil sidang tragedi Kanjuruhan yang dianggap jauh dari rasa keadilan.

Adapun poin tuntutan untuk isue nasional yakni :

• Mendesak Mahkamah Konstitusi untuk memutuskan, bahwa UU Ciptaker inkonstitusional
• Mendesak DPR RI dan Presiden untuk segera mencabut UU Ciptaker tanpa perubahan
• Mendesak DPR RI dan Presiden untuk mengembalikan independensi KPK
• Mendesak DPR RI dan Presiden untuk mencabut UU IKN tanpa perubahan
• Mendesak Pemerintah untuk bertanggungjawab atas kerugian materiil dan imateriil masyarakat IKN
• Mendesak Kapolri untuk segera melakukan perbaikan institusi POLRI dan mendesak Panglima TNI untuk menghentikan segala bentuk militerisme serta kekerasan terhadap warga sipil

Sedangkan untuk poin isue Regional ada 6 tuntutan, yakni;

1. Mendesak Majelis Hakim yang menangani tragedi Kanjururuhan untuk menjatuhkan putusan seberat-beratnya dan seadil-adilnya terhadap terdakwa pada tahap banding dan kasasi
2. Mendesak Komnas HAam dan Kejaksaan Agung untuk proaktif dalam melakukan penyelidikan pelanggaran HAM berat peristiwa tragedi Kanjuruhan secara pro yustisia.
3. Mendesak PSSI untuk merevisi SOP atas keamanan sepakbola
4. Mendesak LPSK untuk mendampingi dan melindungi secara makaimal korban tragedi Kanjuruhan
5. Mendesak Pemerintah untuk mencabut HGU PT.Bumisari
6. Mendesak Kapolda Jatim untuk membebaskan 3 petani Pakel yang dikriminalisasi,karena memperjuangkan hak atas kepemilikan tanahnya

Demikian poin-poin tuntutan tersebut diatas. Aksi demo tersebut diwarnai turunnya hujan di lokasi, namun mereka tetap bertahan hingga menjelang maghrib. (Galih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *