Perpaduan Budaya Seni dan Dialog Publik, Kegiatan Aksi Tanam 1000 Bibit Pohon Yang dihadiri Wabup dan Forkompinda Kabupaten Malang

Aksi slot penanaman 1000 bibit pohon dilokasi,Sabtu (15/02/2025),foto Galih-monitor
Aksi slot penanaman 1000 bibit pohon dilokasi,Sabtu (15/02/2025),foto Galih-monitor

monwnews.com – Malang,- Dalam gelaran memeriahkan Hari Pers Nasional (HPN) 2025, Forum Malang Jurnalis (Ma-Ju) terbilang sukses menggelar kegiatan Bhakti Alam Lereng Kawi dengan aksi penanaman 1.000 bibit pohon di kawasan Wisata Bedengan. Acara berlangsung pada Sabtu (15/02/2025)

https://www.instagram.com/ditakencana/
https://www.instagram.com/ditakencana/

Tak hanya menjadi ajang peringatan, tetapi juga menegaskan komitmen bersama insan pers Ma-Ju dalam menjaga kelestarian alam.

Berlangsung sederhana, acara tersebut mendapatkan apresiasi dari berbagai tokoh masyarakat dan beberapa komunitas di Malang Raya.

Tak hanya dari pemerintah kabupaten dan aparat, masyarakat sekitar pun turut hadir yang antusias menyaksikan rangkaian kegiatan.

Wakil Bupati Malang ,Drs Didik Gatot Subroto,SH,MH mewakili Bupati Malang, Wakapolres Malang Kompol Bayu Halim Nugroho,Pembina Forum Malang Jurnalis Ma-Ju Moch ,Geng Wahyudi dan jajaran satuan Brimob, Forkopimda, aktivis lingkungan, komunitas relawan, pakar ketahanan pangan dari perguruan tinggi, kelompok tani, hingga tokoh dan masyarakat adat setempat turut hadir dilokasi

Aksi reboisasi atau penghijauan tersebut juga menyertakan tradisi budaya lokal yang diangkat dalam peringatan HPN 2025 kali ini.

Acara dibuka pertunjukan tari adat yang sarat makna oleh Wong Ireng dilanjut dengan menyanyikan bersama lagu Kebangsaan Indonesia Raya,sesi sambutan dan do’a oleh Ki Suroso Ketua DKKM, sekaligus pemotongan tumpeng ,lanjut slot aksi penanaman serta ditutup dengan dialog publik tentang manfaat pohon Kelor yang punya kandungan nutrisi kesehatan sebagai salah satu pendukung program ketahanan pangan pemerintah pusat dan daerah dan diakhiri dengan tampilan kesenian bantengan

Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, pada sambutannya menegaskan pentingnya menjaga lingkungan berkelanjutan.

”Upaya penghijauan ini tidak boleh berhenti pada sesi seremonial saja. Perlu ada pendampingan dan perawatan, agar pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik.” Ujar Wabup

Menurut Didik Gatot Subroto,jika dijaga perawatan dan pertumbuhannya, lima hingga sepuluh tahun ke depan, pohon-pohon yang telah ditanam akan memberi kontribusi besar dalam memperbaiki kualitas oksigen, dan mendukung ketahanan pangan daerah

Wabup Malang juga mengaitkan kegiatan tersebut dengan program pemerintah dalam menyediakan makan siang bergizi bagi anak-anak, ibu hamil, dan lansia guna mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Sementara itu,Pembina Forum Malang Jurnalis Ma-Ju,Moch Geng Wahyudi dalam sambutannya juga menekankan,bahwa insan pers tidak saja mahir dalam menulis berita.Namun di era gobal saat ini harus lebih kompeteble,paham dibidang tugas dan fungsinya serta tegak lurus dengan nilai-nilai perilaku budaya dalam menjaga lingkunga hidup

“Insan pers juga dituntut untuk berbakti kepada alam,sedekah bumi lewat aksi tanam 1000 bibit pohon,termasuk bibit pohon kelor yang linier dengan program pemerintah pusat.Apalagi acara ini ditambah dengan sesi dialog publik membahas tentang kandungan gizi,nutrisi dan manfaat pohon kelor serta cara pengelolaannya yang perlu diketahui masyarakat umum.” Ungkap Geng Wahyudi pada awak media,usai mengikuti slot penanaman pohon dilokasi

Adapun 1000 bibit pohon yang ditanam meliputi bibit pohon Kelor, Mahoni, Nangka Merah, Durian, Alpukat, Sirsak dan lain sebagainya.

Kegiatan ini sangat positif dan harus kita sebarkan semangatnya. Penghijauan tidak boleh dilakukan secara parsial, tetapi harus menjadi gerakan bersama agar suasana hijau dan kelestarian lingkungan tetap terjaga

Aksi tanam 1.000 bibit pohon ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.

Tak sekadar simbolis, kegiatan ini diharapkan membawa manfaat bagi kelestarian ekosistem dan kesejahteraan generasi mendatang.
(galih)

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *