Klinik Syifa Husada Unggul Berikan Kemudahan Layanan Kesehatan bagi Warga Kota Malang

Owner Klinik SHU, Peter Susilo saat memberi sambutan awal, Senin (04/09/2023)

MonWnews.com, Malang – Kehadiran Klinik SHU (Syifa Husada Unggul) di wilayah Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun yang dihadiri Walikota Malang Sutiaji di acara Grand Opening pada Hari Senin (04/09/2023) sangat cukup membantu warga kota Malang, khususnya warga Mulyorejo dan sekitarnya untuk memperoleh layanan kesehatan.

Menurut DR. Cand Ir. PETER SOSILO, S.H. M.H., selaku owner Klinik SHU, didirikan di area Mulyorejo, dikarenakan sebuah pertimbangan bahwa di Mulyorejo merupakan padat pemukiman, serta sektor perdagangan dan industri. Maka satu kawasan blok ruko yang kita miliki ada disini kita optimalisasikan dengan membuka klinik untuk membantu dalam pelayanan segi kesehatan.

“Saya ajak kerjasama Dr. Edi Suyanto, dokter dari UNAIR sekaligus beliau juga kebetulan wakil ketua PBNU Jawa Timur dan berkenan untuk usaha tentang layanan kesehatan masyarakat umum,” ujar Pria yang lekat dipanggil Pak Peter sebelum dimulainya acara.

Ditambahkan olehnya, sesuai komitmennya dengan warga NU khususnya dan masyarakat sekitar sini, bahwa usaha yang dilakukannya itu ibarat satu keping uang logam. Satu sisi ada sifat komersialnya dan satu sisi bersifat sosial. Sehingga diputuskan untuk bekerjasama juga dengan Pemerintah Kota Malang, dengan kita mengajukan permohonan BPJS dan telah ada yang bergabung sebanyak 15 ribu orang peserta anggota BPJS masuk dalam Klinik SHU.

Dikatakan juga, bahwa respon pihak Dinkes Kota Malang sangat baik dan mendukung, karena di daerah sini memang perlu adanya sebuah Klinik setingkat rumah sakit tipe D ini. Yang telah dilengkapi ruang Rawat Inap, Poli Dokter, BKIA, Apotik, termasuk laboratorium medis dan UGD plus Ambulans. Sehingga cukup memadai untuk membantu layananan publik dibidang kesehatan.

Diterangkan pula oleh Peter, untuk rawat inap saat ini sudah ada untuk daya tampung untuk sekitar 20 orang pasien. Sedang untuk UGD bisa menampung 6 orang, dam beberapa dokter juga sudah bergabung dengan Klinik SHU, termasuk dokter Poli Gigi, Poli Internis,Poli Ibu dan Anak, Poli Umum, Poli Gizi dan Poli Umum.

“Kami akan memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat bawah, status klinik ini bertujuan untuk membantu pemerintah, masyarakat merasakan mendapatkan pelayanan yang mudah dan terdekat dengan harga cukup terjangkau dengan bantuan pemerintah. Mengingat pandemi covid19 waktu lalu sangat menghancurkan ekonomi massyarakat. Berangkat dari pengalaman tersebut maka kita utamakan membantu dari sisi manajemen ekonomi kesehatan yang baik dan berpihak pada publik,” tutur pria pemilik tubuh tinggi semampai itu.

“Saya menyampaikan himbauan kepada para pelaku usaha, bahwa bisnis itu memang legal, selama sesuai dengan aturan main. Namun bisnis bukan hanya semata-mata mencari untung dari segi pengusahanya, tetapi harus dapat berdampak positip bagi masyarakat dan jangan merugikan. Karena itu adalah poin hidup dalam kehidupan sosial dilingkungan keberadaan dan kebersamaan kita,” tuturnya lagi.

Ditegaskan oleh Peter Susilo, bahwa keberadaan Klinik SHU ini adalah bagian upaya untuk membantu kesejahteraan masyarakat di segi layanan kesehatan. Disampaikan pula adanya tenaga dokter cukup banyak, ada dokter tetap dan dokter tidak tetap.

“Kami belum masuk pada layanan penanganan tingkat bedah, karena hal itu sudah level rumah sakit. Namun mudah-mudahan bisa terwujud harapan saya, dibelakang Klinik ini ada bangunan yang sudah siap konstruksinya untuk dikembangkan menjadi sebuah Rumah Sakit kelas menengah keatas dengan luasan lahan lebih kurang 1 hektar. Dan sudah kami jajagi dengan pemerintahan baik di kab/kota Malang,” beber Owner Klinik SHU.

Menjadi barokah keberadaan Klinik SHU, sebelum dimulai nya acara Warga Bandulan Pondok Cempaka Indah, Yussi erviana dan Fajar Rustandi yang mengobatkan putrinya usia 8 bulan di klinik tersebut.

Dikarenakan kejang-kejang, pilek diserta batuk. Langsung dibawa ke SHU. “Kami sempat khawatir, sehingga langsung kami larikan ke sini. Alhamdulillah, dengan pertolongan cepat, kondisinya sudah agak baik. Tinggal perawatan intensif lebih lanjut, kami berharap putri kami segera sehat kembali,” ungkapnya.

Dan hari itu juga Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji memberikan apresiasi dan berterima kasih dengan keberadaan Klinik SHU.

Menjadikan pelayanan sisi kesehatan masyarakat di Kota Malang, mudah didapat dan kian terpenuhi. “Ada empat point penting yang musti diperhatikan. Antara lain, promotif kesehatan secara komprehensif, kuratif, preventif serta rehabilitatif. Sebagai hal pokok utama dalam pelayanan kesehatan di masyarakat,” ujar Sutiaji dalam sambutannya.

Wacana pembangunan RS di kawasan Mulyorejo, pastinya bagus dan siap ditunggu. Karena kawasan didaerah sini masih belum ada RS. Berharap pemberian pelayanan kesehatan di Kota Malang, sudah tidak mengalami kesulitan lagi.

“Semoga progresnya kedepan,RS yang terbangun nantinya, pelayanan kesehatannya murah dan terjangkau. Kami pun mendorong UHC, dengan setiap bulan kita menganggarkan miliaran rupiah untuk kebutuhan kesehatan warga Kota Malang kelas 3,” terang Walikota Malang.

Sekaligus usai sambutan, Sutiaji juga menandatangani lempengan batu prasasti dilanjut pemotongan tumpeng, diteruskan dengan pemotongan pita. Dan melangkahkan kakinya untuk meninjau beberapa ruang dan fasilitas yang di area Klinik SHU didampingi Owner dan dirut, Peter Susilo dan Patricia Tania Susilo, Kadinkes, Camat Sukun dan Nurul dari INAKER.

Selain Walikota Malang, hadir dalam acara tersebut, Camat sukun, Lurah Mulyorejo, Kadinkes, kadisperijinan, Ketua Ranting NU Mulyorejo, Ketua MWC NU Sukun, Ibu-Ibu Muslimat, Nurul INAKER ,Tokoh Masyarakat setempat dan beberapa yatim piatu yang mendapat santunan yang dibagikan oleh Sutiaji. (galih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *