GMNI: Masyarakat Harus Bahu Membahu Awasi Program MBG Demi Suksesnya Program Tersebut

Monwnews.com, Makan Bergizi Gratis merupakan program kerja prioritas Prabowo, yang diproyeksikan sebagai program yang visioner untuk masa depan bangsa. Dalam bernegara, pembangunan bukan hanya dalam bentuk infrastruktur, namun juga pembangunan manusia sebagai barometer keberhasilan pembangunan seorang pemerintahan.

Program MBG dalam hal ini merupakan program yang menjawab semua poin dalam Human Development Index atau indeks pembangunan manusia, yaitu Kesehatan, Pendidikan, dan standar hidup layak (ekonomi). Sehingga program tersebut mestinya terus dipertahankan untuk program jangka panjang yang mampu memajukan bangsa ini di masa depan.

Dari sisi Ekonomi, menurut Ketua DPP GMNI Bidang Ekonomi, Riyanto Pratama, hal ini merupakan program yang sangat menunjang ekonomi jangka panjang. Program ini memberikan multiplayer effect dalam rantai ekonomi di masyarakat. Dampak ekonomi langsung menyentuh ke para pedagang di pasar. Sehingga hal ini menjadi ciri ekonomi kerakyatan yang tidak mengedepankan pragmatisme ekonomi saja.

Dari data ekonom Universitas Indonesia, efek MBG pada Sektor Pertanian tumbuh 5,33%, sehingga DPP GMNI juga menganggap bahwa program MBG akan menjadikan sektor pertanian sebagai sektor yang menarik bagi para pemuda yang selama ini menganggap sektor pertanian adalah sektor yang kurang menarik untuk menjadi sumber pendapatan.

Belum lagi dengan terbukanya jutaan lapangan kerja yang terserap langsung dalam program MBG tersebut, mengindikasikan bahwa program tersebut memiliki potensi kebermanfaatan langsung bagi ekonomi masyarakat, bukan hanya para pemilik modal saja.

“Kita juga tidak boleh melupakan bahwa Indonesia akan memasuki era bonus demografi yang akan mencapai puncaknya. Dimana ketika kita tidak menyiapkan usia produktif yang produktivitasnya baik, maka akan menyebabkan bencana, bukan keuntungan. Sehingga program MBG turut menjadi pendukung human capital, dimana sumber daya manusianya mampu produktif di tren puncak bonus demografi dan Indonesia Emas menjadi cita-cita yang akan tercapai”, kata Bung Riyan.

Namun DPP GMNI juga menegaskan hal yang perlu diperhatikan, yaitu agar semua elemen masyarakat bahu membahu dapat mengawasi pelaksanaan program MBG. Jangan sampai ada yang menyalahi prosedur standarisasi yang sudah ditetapkan.

Jangan sampai ada pengelola dapur yang hanya mementingkan perolehan keuntungan ekonomi saja namun kualitas makannya tidak diperhatikan. selain itu dari sisi ekonomi, pemerintah melalui program MBG harus mampu menjaga keseimbangan pasokan antara kebutuhan program dan kebutuhan masyarakat, untuk mencegah fluktuasi harga (inflasi maupun deflasi) yang merugikan.

Selain itu, sistem untuk pengawasan program tersebut harus secepatnya dirancang oleh pemerintah untuk memastikan program tersebut bermanfaat bagi masyarakat. Karena pada banyak kejadian, kurangnya pengawasan mengakibatkan kerugian bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *